Bisnis

4 Sosok yang mana Berpotensi Jadi Menteri Keuangan Kabinet Prabowo Subianto

Kertasleces.co.id – Pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenai sinkronisasi menteri-menteri pada periode pemerintahan yang tersebut baru jelas mengundang tanya besar. Jika kemudian dirinya tiada turut pada proses ini, sudahkah ada daftar calon menkeu baru era Prabowo apabila bukanlah Sri Mulyani?

Memang penghitungan real count dari KPU belum dinyatakan selesai. Namun dari sejumlah lembaga survei yang mana ada kemudian proses quick count, paslon nomor urut 2 tampaknya memperoleh mayoritas pernyataan penduduk Indonesia. Tidak heran jikalau obrolan mengenai calon menteri juga posisinya sudah ada mulai beredar.

Siapa Menteri Keuangan Baru

Karena hampir dapat dipastikan Sri Mulyani tiada lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan, maka pertanyaan ini umum sekali ditanyakan. Lepas dari semua kontroversi yang mana terkait dengan dirinya, di area bawah kebijakannya sektor ekonomi RI terasa cenderung stabil walau masih ada dinamika yang tersebut menuai pro kemudian kontra.

Banyak orang yang mulai berspekulasi kira-kira siapa sosok yang digunakan bisa jadi memberikan kinerja setara atau lebih besar tinggi dari Sri Mulyani. Memberikan standar tinggi pada pengelolaan perekonomian negeri, sosok-sosok yang mana muncul di wacana umum juga bukanlah sosok yang main-main.

Mulai dari Suahasil Nazara, yang tersebut sekarang Wakil Menkeu, kemudian Chatib Basri, yang dimaksud pernah menduduki jabatan ini, Bambang Brodjonegoro, hingga Wishnu Wardhana. Nama terakhir ini sendiri muncul pada salah satu dokumen yang mana dikatakan bocoran dari susunan menteri yang akan menjabat di area era Prabowo-Gibran nantinya jikalau benar-benar terpilih.

PR Besar lalu Standar Kerja Tinggi

Spekulasi yang muncul memang benar belum mengerucut pada nama spesifik. Namun yang mana dapat dipastikan adalah bahwa Menteri Keuangan selanjutnya miliki tugas yang mana berat pada mengurus keuangan negara ini.

Dengan keinginan yang tersebut besar, alokasi beragam, pendapatan yang tersebut harus dikelola dengan optimal, seseorang di tempat kedudukan ini tiada cuma harus mampu mengalokasikan anggaran yang dimiliki namun juga melakukan pengereman pada kebijakan yang diambil pemerintah.

Keseimbangan antara sektor ekonomi makro kemudian mikro wajib menjadi perhatian, mengingat sektor ekonomi dunia pada waktu ini berada dalam mengalami perlambatan yang digunakan cukup signifikan. Belum lagi mengenai menarik kepercayaan pemodal pada juga luar negeri untuk dapat berkontribusi di penyelenggaraan negeri, tidak hal yang digunakan mudah untuk dilakukan.

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Related Articles

Back to top button