Bisnis

APBN untuk LPDP Distop atau Tidak, Hal ini Keterangan Lengkapnya

Kertasleces.co.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan klarifikasi terkait kabar penghentian alokasi Anggaran Pendapatan lalu Belanja Negara (APBN) untuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Kabar ini mencuat usai sebelumnya Menteri Koordinator bidang Pembangunan Orang dan juga Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan kajian ini berada dalam dipertimbangkan. Untuk nantinya, dana yang disebutkan dimanfaatkan untuk riset lalu pengembangan.

“Sudah kita tinjau apa harus diteruskan LPDP itu dengan jumlah agregat yang digunakan sudah ada hampir Simbol Rupiah 140 triliun. Jadi kemungkinan besar kita setop dulu jadi anggaran institusi belajar 20% sanggup digunakan membenahi riset, alokasi beasiswa dan juga lembaga pendidikan perguruan tinggi bisa jadi ditingkatkan,” kaya Muhadjir pada Selasa (16/7/2024) lalu

Terkait hal ini, Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengklarifikasi, pemerintah sudah ada miliki alokasi anggaran untuk sektor lembaga pendidikan pada APBN 2024.

Dengan demikian, ketika ini anggaran untuk LPDP sudah ada ditetapkan. Menurut data dari Kementerian Keuangan, dana penanaman modal untuk sektor sekolah sebesar Rp25 triliun telah terjadi disahkan untuk tahun ini.

Berdasarkan data yang dimaksud diperoleh dari Kemenkeu, dana pembangunan ekonomi untuk sektor sekolah sebesar Rp25,0 triliun ditujukan untuk meningkatkan akses warga terhadap lembaga pendidikan serta untuk pengembangan sekolah yang digunakan berkelanjutan, termasuk Dana Abadi Pesantren lalu pengembangan riset juga teknologi.

Menteri Koordinator Area Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyampaikan, pemerintah tidak ada akan menghentikan penyaluran dana ke LPDP. Namun, ia menyatakan bahwa akan ada perluasan pada pemanfaatan anggaran.

Di samping itu, pemerintah berencana untuk memperluas program-program yang mana akan dikelola oleh LPDP, tak hanya sekali terbatas pada bidang pendidikan, tetapi juga mencakup pelatihan.

“LPDP tidak ada akan dihentikan, cuma akan diperluas, dikarenakan selain pendidikan, Indonesia juga membutuhkan pelatihan,” ujarnya.

Selain itu, Airlangga menyatakan bahwa peran LPDP juga akan diperluas untuk menjalankan dana abadi pariwisata atau tourism fund.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button