Teknologi

Apple Tolak Aturan Perbaikan Peralatan dengan Komponen Palsu

Kertasleces.co.id – Apple menentang RUU yang mengharuskan perusahaan menyediakan dokumentasi, peralatan, lalu suku cadang yang dimaksud diperlukan untuk perbaikan perangkat.

Selain itu, RUU ini juga melarang enkripsi komponen yang digunakan membatasi perbaikan perangkat dilaksanakan pihak ketiga serta pengaplikasian non-asli (palsu).

Dilansir dari laman Gizmochina, Hari Minggu (11/2/2024), Apple berpendapat bahwa mengenkripsi komponen justru membantu menghasilkan perbaikan menjadi lebih lanjut nyaman kemudian menjaga keamanan perangkat juga data pribadi.

John Perry, anggota senior regu desain keamanan Apple, menyatakan undang-undang yang disebutkan akan memaksa produsen untuk mengizinkan suku cadang dari sumber yang mana tiada diketahui, sehingga membahayakan keamanan perangkat.

Selama dengar pendapat legislatif, momen penting datang dari kesaksian video pakar keamanan siber Tarah Wheeler.

Saksi ini menyoroti pembangunan tegas Apple di mempertahankan kendali menghadapi perbaikan perangkat.

Ilustrasi iPhone (unsplash/danielkorpai)
Ilustrasi iPhone (unsplash/danielkorpai)

Perspektif ini sejalan dengan argumen Apple yang mana lebih lanjut luas bahwa RUU yang disebutkan dapat merusak kekuatan keamanan serta integritas sistem ekologi perangkat.

RUU ini dapat membuka pintu bagi komponen pihak ketiga lalu layanan perbaikan yang dimaksud tidak ada diperiksa oleh produsen aslinya.

Apple juga menunjukkan pembaruan terkini pada proses perbaikannya, sebagai bukti upayanya mengakomodasi keinginan konsumen akan opsi perbaikan yang digunakan lebih tinggi mudah diakses.

Pembaruan ini telah terjadi menyederhanakan proses penggantian komponen, menghilangkan keperluan pelanggan untuk terlibat secara langsung dengan dukungan Apple untuk aktivitas tersebut.

Perdebatan berpusat pada keseimbangan antara hak konsumen menghadapi perbaikan juga keamanan dan juga integritas perangkat.

Apple secara historis menggunakan enkripsi komponen untuk mengurangi pengaplikasian komponen yang bukan sah, dengan alasan permasalahan keamanan.

Misalnya, mengganti layar dengan komponen non-Apple dapat mengakibatkan penonaktifan fasilitas seperti Face ID.

Saat mengganti akumulator dapat memicu instruksi “Layanan” serta menonaktifkan fasilitas pemantauan kemampuan fisik akumulator dalam pengaturan.

SB 1596 mewakili momen penting pada diskusi yang tersebut sedang berlangsung seputar undang-undang hak untuk memperbaiki.

Ilustrasi menggunakan Face ID dalam perangkat Apple. [Unsplash/Miguel Tomás]
Ilustrasi menggunakan Face ID pada perangkat Apple. [Unsplash/Miguel Tomás]

RUU ini menyoroti ketegangan antara advokasi konsumen untuk habitat perbaikan yang tambahan terbuka serta perasaan khawatir produsen terhadap keamanan kemudian kendali kepemilikan.

Related Articles

Back to top button