Nasional

Apresiasi Laporan ke Bawaslu, Kemhan RI Tegaskan Admin yang mana Cuit #PrabowoGibran2024 Sudah Ditegur

Kertasleces.co.id – Kepala Biro Humas Setjen Kemhan, Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha, mengungkapkan Kementerian Defense mengapresiasi adanya pelaporan ke Badan Pengawas pemilihan (Bawaslu) buntut dari cuitan akun resmi Kemhan RI dengan tagar #PrabowoGibran2024.

Edwin menyatakan pihaknya sebelumnya sudah memberikan penjelasan serta melakukan evaluasi terhadap personel agar lebih banyak teliti.

“Kami mengapresiasi laporan tersebut. Hal itu memang benar diwadahi pada mekanisme penyelenggaraan pemilihan raya 2024,” kata Edwin, Rabu (24/1/2024).

“Perlu kami jelaskan juga tegaskan kembali bahwa hal yang dimaksud terjadi oleh sebab itu ketidaksengajaan admin di memencet tagar pilihan yang mana muncul di tempat X (suggested tags) dan juga kesalahan sudah segera diperbaiki oleh admin,” sambung Edwin di keterangan tertulisnya.

Edwin sekaligus mengklarifikasi informasi keliru yang menyebutkan cuitan dengan tagar #PrabowoGibran2024 ditayangkan berjam-jam pada Hari Minggu (21/1).

“Kami sudah melakukan evaluasi juga penekanan ulang untuk seluruh administrator media medsos Kemhan untuk lebih tinggi berhati-hati pada proses publikasi,” kata Edwin.

Edwin menyampaikan personel Kemhan yang ketika itu bertugas sebagai administrator, telah terjadi diberikan sanksi administratif terdiri dari teguran keras.

“Karena kurang berhati-hati pada melaksanakan tugasnya. Sesuai penekanan dari Sekjen Kemhan RI bahwa selama turnamen rangkaian pemilihan raya 2024, seluruh pegawai Kemhan RI menjunjung tinggi netralitas,” ujarnya.

Dilaporkan ke Bawaslu

Diberitakan sebelumnya, Bawaslu didesak untuk menjatuhkan sanksi berat untuk Kementerian Perlindungan (Kemhan) akibat dianggap tidaklah netral di tempat pemilihan raya 2024. Desakan itu disampaikan oleh Koalisi Komunitas pemilihan Bersih 2024 yang mana melaporkan dugaan pelanggaran netralitas lantaran akun resmi Kemhan dalam X (Twitter) diduga menulis tagar #PrabowoGibran2024.

Laporan itu diterima Bawaslu dengan tanda bukti penerimaan laporan nomor 035/LP/PP/RI/00.00/I/2024. Ibnu Syamsu Hidayat pasukan hukum dari Themis Indonesia berharap Bawaslu menjatuhkan sanksi berat terhadap laporan itu.

“Sepertinya ini tiada masuk ke di pidana. Karena pada peraturan Bawaslu 7/2022 itu diatur ada sanksi berat, sanksi ringan kemudian sanksi sedang. Dan seperti kalau kita lihat di tempat peraturan Bawaslu itu adalah sanksi berat,” kata Ibnu di area kantor Bawaslu RI, Ibukota Pusat, Selasa (23/1/2024).

Dia juga berharap laporan itu segera ditindaklanjuti Bawaslu, terlebih lantaran pihaknya merupakan lembaga pemantau yang tersebut telah terakteditasi di dalam Bawaslu.

“Kalau pun kemarin belum ditindaklanjuti, itu menjadi evaluasi Bawaslu bagaimana kinerja-kinerja Bawaslu pada proses pemantauan serta pengawasan,” ujar Ibnu.

Pada kesempatan yang tersebut sama, Hemi Lavo yang dimaksud juga perwakilan koalisi menerangkan bahwa laporan itu merupakan pengujian independensi lembaga pelaksana pemilihan umum di melakukan pengawasan.

“Apakah mereka berani melakukan penindakan, baik itu memberikan sanksi ringan, sedang maupun berat terhadap setiap, semua paslon yang dimaksud terbukti melakukan pelanggaran pemilu,” jelas Hemi.

“Jadi ini semuanya adalah upaya kami untuk melaporkan kecurangan, tetapi kita serahkan kembali terhadap Bawaslu yang dimaksud nantinya akan memberikan sanksi untuk salah satu pasangan calon,” tambah Hemi.

Sebelumnya, Kemhan melalui akun resmi di area X (Twitter) menyebutkan tagar #PrabowoGibran2024 di unggahannya. Melalui unggahan yang digunakan lain, Kemhan mengklarifikasi bahwa pemanfaatan tagar yang disebutkan merupakan salah ketik.

“Halo. Siap, kami netral maaf yah mimin salah pencet autohastag sepertinya, beritanya juga tentang berita KSAU, maafkan khilaf mimin sudah ada bikin kegaduhan,” demikian dikutipkan dari akun @KemhanRI yang tersebut disertai emoji minta maaf.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button