Nasional

Bakal Surati Kapolri, TPN Minta Kasus Aiman Sebut Aparat Tak Netral Disetop

Kertasleces.co.id – Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud memohonkan agar tindakan hukum yang mana menyangkut Juru Bicara TPN, Aiman Witjaksono dihentikan. TPN Bahkan akan menyurati Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memenuhi permintaan ini.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pendiri Badan Advokasi Keadilan Indonesia Ganjar-Mahfud (BAKI GAMA), Finsensius Mendrofa. Finsensius mengumumkan pengusutan perkara ini tak boleh dilanjutkan demi memberikan rasa aman terhadap publik di mengutarakan pendapat.

“Kami juga nanti dari BAKI GAMA 03 ini akan menyurati bapak Kapolri berkaitan dengan ini. Nenyurati bapak Kapolri dan juga juga bapak Kapolda Metro Jaya untuk menghentikan proses hukum ini,” ujar Finsensius di konferensi pers di tempat wilayah Mampang Prapatan, Ibukota Indonesia Selatan, Kamis (25/1/2024).

Menurutnya, apabila kepolisian melanjutkan pemeriksaan, maka rakyat akan khawatir akan mendapatkan intimidasi apabila menyuarakan persoalan kejanggalan Pemilu.

“Supaya tak terjadi bentuk-bentuk perasaan yang dimaksud dirasakan oleh masyarakat, bentuk intimidasi kita memohonkan untuk ditunda proses hukum ini,” katanya.

Lebih lanjut, ia juga menyatakan apa yang disampaikan Aiman persoalan aparat tidaklah netral juga sudah pernah disiarkan oleh banyak media massa nasional. Bahkan, beberapa pemberitaan menyampaikan rinci siapa hanya aparat yang mana dimaksud.

“Apa yang dimaksud disampaikan saudara Aiman itu juga disampaian, bahkan lebih besar detil oleh teman-teman media, tentu kalo itu kita berasaskan kesamaan hukum, maka semua harus diproses,” pungkasnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya kembali memanggil Juru Bicara (Jubir) TPN Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Aiman Witjaksono menghadapi dugaan hoaks terkait tudingan yang tersebut menyampaikan aparat bukan netral di area pemilihan 2024.

Dalam pemanggilan ini, status Aiman telah dilakukan dinaikan menjadi penyidikan, dari sebelumnya penyelidikan.

“Penyidik Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah dilakukan mengirimkan surat panggilan kedua terhadap saksi Aiman Adi Witjaksono,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak untuk wartawan, Rabu (24/1/2024).

Penyidik, lanjut Ade Safri, telah lama melayangkan surat panggilan yang kedua yang dimaksud pada Mulai Pekan lalu.

“Surat panggilan saksi ke-2 yang disebutkan telah terjadi diterima pada hari Senin, tanggal 22 Januari 2024 pukul 19.15 WIB,” jelasnya.

Total ada enam pihak yang tersebut sudah resmi melaporkan Aiman untuk akan digabungkan menjadi satu, diantaranya Front Pemuda Jaga Pemilu, Aliansi Warga Sipil Indonesia, Jaringan Aktifis Muda Indonesia, Aliansi Inisiatif Pengawal Demokrasi, Barisan Mahasiswa Jakarta, dan juga Garda pemilihan raya Damai.

Aiman diduga melakukan tindakan pidana dengan dijerat Pasal 14 ayat 1 lalu 2 atau Pasal 15 Undang-undang No.1 TH 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana perihal dugaan hoaks yang digunakan menimbulkan keonaran.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button