Kesehatan

Banyak Alat Aspek Kesehatan Ilegal Beredar dalam Masyarakat, Begini Tips Ketahui Barang yang dimaksud Legal lalu Aman

Kertasleces.co.id – Dalam menjaga kondisi tubuh kulit, biasanya seseorang akan memilih melakukan perawatan ke berbagai klinik kecantikan maupun lainnya. Nantinya, melalui klinik kecantikan, akan melakukan perawatan dengan menggunakan berbagai alat kebugaran sehingga menjadi lebih lanjut efektif.

Namun, pada waktu ini cukup banyak adanya produksi alat kebugaran palsu yang tersebut justru malah membahayakan jikalau digunakan. Berdasarkan data Warga Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP), Untuk komoditas kondisi tubuh sendiri penyebaran item palsu ini bisa jadi mencapai bilangan bulat 40 persen.

Sebab hal itu, permasalahan banyakan alat kondisi tubuh palsu yang mana beredar ini masih menjadi masalah. Direktur Pengawasan Alat Kesejahteraan Kementerian Aspek Kesehatan Republik Indonesia, Dra. Eka Purnamasari, Apt., M.K.M., mengatakan, terkait alat kemampuan fisik ini sebenarnya sudah ada diatur di Undang-Undang Nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan.

Pengunjung mengamati komoditas peralatan kemampuan fisik pada The 34th Indonesia Hospital Expo dalam DKI Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, DKI Jakarta Pusat, hari terakhir pekan (21/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung mengamati komoditas peralatan kemampuan fisik pada The 34th Indonesia Hospital Expo di area Ibukota Convention Center (JCC), Senayan, Ibukota Pusat, Hari Jumat (21/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

“Beberapa pasal yang mengatur bahwa sedia informasi dan juga alat kondisi tubuh itu harus aman berkhasiat, juga bermutu. Ini adalah merupakan tiga hal yang tersebut penting untuk menjadikan alat kemampuan fisik mampu digunakan,” jelas Dra. Eka pada acara Talkshow Nasional Kepentingan Pemakaian Sistem Alat Aspek Kesehatan yang dimaksud Legal dengan idsMED, Selasa (16/1/2024).

Untuk itu, publik juga penting mengetahui berbagai hal agar tahu apakah alat kondisi tubuh yang mana digunakan sendiri maupun klinik telah legal atau tidak. Hal ini dapat dilihat beberapa kriteria, di dalam antaranya sebagai berikut.

  • Melihat nama dagang atau merek alat kebugaran apakah sudah ada terdaftar atau belum
  • Ada atau tidaknya nomor izin edar. Alat kebugaran yang legal, sudah ada miliki nomor izin edar dari Kemenkes.
  • Tipe produk
  • Adanya batch/ kode produksi/nomor seri
  • Adanya nama lalu alamat produsen/ pabrikan
  • Adanya kemudian alamat PAK pemilik izin edar
  • Melihat tujuan pemanfaatan juga petunjuk penggunaan
  • Melihat kedaluwarsa untuk barang yang mana memiliki batas kedaluwarsa

Hal-hal di dalam berhadapan dengan menjadi cara untuk mengetahui apakah alat kondisi tubuh legal atau tidak. Bukan belaka itu, Dra. Eka mengatakan, publik juga miliki hak bertanya segera terhadap klinik terkait registrasi alat kondisi tubuh yang mana digunakan. Hal ini demi meyakinkan keamanan alat kebugaran yang dimaksud digunakan.

“Masyarakat punya hak untuk menjamin hal yang disebutkan dengan menanyakan kliniknya untuk menanyakan hal yang mana telah diregistrasi akibat itu hak untuk sanggup menanyakan terhadap klinik kecantikan. Bisa tanta produknya apakah telah teregistrasi supaya jangan sampai kita sebagai konsumen dirugikan,” jelasnya.

Alat kemampuan fisik ini juga tidak ada hanya sekali pada masyarakat. Para tenaga kondisi tubuh dalam kliniknya jikalau menemukan alat kondisi tubuh yang mana ilegal juga sanggup melaporkan demi menjaga keamanan para pasien yang tersebut hadir.

Melihat pentingnya legalitas alat kebugaran ini, PT IDS Medical Systems Indonesia juga membantu meningkatkan kesadaran publik terkait alat kondisi tubuh legal melalui produknya, Rejuran.

Legal Counsel PT IDS Medical Systems Indonesia, Hervana Wahyu Prihatmaka mengatakan, pihaknya memberikan sertifikasi secara langsung dari perusahaan. Hal ini terdapat kode serta stiker resmi yang mana dapat dipindai untuk memverifikasi keaslian produknya. Dengan begitu, rakyat maupun klinik tidaklah sanggup tertipu dengan adanya barang mirip yang tersebut ilegal.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button