Bisnis

Bapanas Gandeng Inkowapi dan juga Sahara Hadirkan Pangan Murah

Kertasleces.co.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus memaksimalkan upaya pemenuhan material pangan dengan biaya tidak mahal dan juga terjangkau. Berkolaborasi dengan Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (INKOWAPI) juga Sahabat Usaha Rakyat (SAHARA), Bapanas menggelorakan pergerakan pangan tidak mahal (GPM) untuk memenuhi permintaan unsur pokok masyarakat.

Ketua Umum INKOWAPI Sharmila Yahya menuturkan, keberadaan posko pangan dengan harga jual diskon lalu terjangkau sangat membantu meningkatkan daya beli dan juga konsumsi dan juga mampu memberdayakan publik pada rangka pemenuhan keperluan pokok.

“Saat ini posko pangan telah dilakukan tersebar pada seluruh Indonesia. Tentunya dengan pergerakan pangan terjangkau akan terwujud aktivitas perekonomian yang mana secara langsung dirasakan masyarakat,” tutur Sharmila ditulis Mulai Pekan (29/1/2024).

Sementara itu, pada kesempatan yang tersebut sama, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi turut meminta rakyat untuk melakukan aksi stop boros pangan. Di mana Bapanas mencatat pemborosan pangan dari pascapanen hingga dalam meja makan, totalnya mencapai pemborosan 31 persen atau kerugiannya sekitar Rp550 triliun setiap tahunnya.

“Di antara upaya untuk menekan boros pangan adalah melakukan aksi makan enak, makan sehat, makan beragam, bergizi, seimbang kemudian aman (B2SA). Hal ini sangat penting dikarenakan langkah yang dimaksud merupakan pola pangan harapan kita,” ujarnya.

Di sisi lain, peran juga BUMN Pangan ID Food lalu Kemenko Perekonomian untuk mengoptimalkan pergerakan pangan ekonomis ini lebih lanjut masif lagi, sangat membantu di mengantisipasi laju kenaikan harga nasional yang digunakan dapat ditekan.

“Kebutuhan pangan penduduk terpenuhi juga mendekatkan permintaan pangan terhadap publik luas, ini sangat diharapkan semua pihak,” jelas Sharmila yang juga Ketua Komite Tetap Kewirausahaan Kadin Indonesia sekaligus Pendiri SAHARA.

Selanjutnya, di tempat tahun 2024 ini Inkowapi dengan Kadin Indonesia terus menjalin kerja sebanding dengan berbagai pihak di meningkatkan kekuatan metamorfosis warung-warung pangan yang tersebut dikelola perempuan menjadi posko pangan.

Transformasi yang dimaksud dilaksanakan dengan memberikan lembaga pendidikan serta pelatihan, membantu akses permodalan dan juga perluasan pengembangan digitalisasi. Tujuannya untuk lebih tinggi memberdayakan peran perempuan di meningkatkan sektor perniagaan mikro, kecil serta menengah (UMKM) pada menciptakan perekonomian gotong royong kemasyarakatan.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button