Nasional

Bela Jubir TPN Ganjar-Mahfud, Andika Perkasa Sebut Aiman Seharusnya Dilindungi Sebagai Jurnalis

Kertasleces.co.id – Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Andika Perkasa menyoroti perihal perkara dugaan penyebaran berita bohong alias hoaks oleh Aiman Witjaksono. Menurut dia, Juru Bicara TPN Ganjar-Mahfud itu seharusnya tetap memperlihatkan mendapatkan pemeliharaan sebagai jurnalis.

Apalagi, tindakan hukum ini dinilai berkaitan dengan penyebaran informasi yang masih berkaitan dengan status Aiman sebagai jurnalis. 

“Kita merasa bahwa Mas Aiman pada kapasitasnya sebagai jurnalis juga sebetulnya, kan juga punya hak juga pengamanan dari kode etik jurnalisme,” ujar Andika di tempat kawasan Jeruk Purut, Ibukota Indonesia Selatan, Akhir Pekan (28/1/2024).

Kendati demikian, Andika mengatakan pihaknya menghormati proses hukum yang dimaksud berjalan ketika ini. Namun, ia berharap semua hak Aiman sebagai warga negara selama proses penyelidikan sampai pengadilan masih terpenuhi.

“Kita juga punya hak untuk misalnya mendapatkan pembelaan hukum dari penasihat hukum, dan juga apapun tindakan pertama nanti, misalnya sudah ada dilimpahkan ke pengadilan pun ya kita tetap saja punya hak,” jelasnya.

Apalagi, penegakan hukum merupakan salah satu fokus bidang yang tersebut akan dibenahi oleh pasangan Capres-Cawapres nomor urut tiga, Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Karena itu, proses hukum yang mana berjalan harus dihormati.

“Kita sangat menghargai proses hukum, lantaran kita pun juga akan menegakkan hukum kalau misalnya Mas Ganjar Pak Mahfud terpilih,” tuturnya.

Aiman Diperiksa 12 Jam

Sebelumnya, usai diperiksa selama 12 jam oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, juru bicara TPN Ganjar-Mahfud, Aiman Witjaksono mengkhawatirkan mengenai penyitaan ponselnya oleh penyidik.

Menurut Aiman Witjaksono, penyitaan itu dapat mengungkapkan identitas narasumber atau informan yang tersebut menyebutkan bahwa ada oknum yang mana tak netral pada Pemilihan Umum 2024.

“Kami diperiksa 12 jam, ada istirahat tadi beberapa kali kemudian saya harus komunikasikan meskipun HP saya akhirnya harus disita. Tapi saya berjanji untuk tidak ada menyebutkan siapa narasumber saya, sebab saya meyakini dia ini adalah orang-orang yang digunakan baik yang tersebut wajib dilindungi identitasnya,” katanya ketika ditemui di tempat Polda Metro Jaya, Hari Jumat (26/1) malam.

Aiman menjelaskan dirinya sempat berdebat selama dua jam oleh penyidik mengenai penyitaan ponselnya tersebut.

“Karena data saya semua ada di tempat sana (ponsel), meskipun itu menjadi perdebatan hampir 2 jam, tarik ulur supaya hp itu kemudian jangan disita. Tetapi penyidik sanggup melakukan upaya paksa dari pengadilan yang kami tidaklah bisa, melawan hal tersebut,” ucapnya.

Aiman yang dimaksud dicecar sebanyak 59 pertanyaan yang dimaksud juga sudah pernah mengambil risiko dengan masih merahasiakan siapa narasumber tersebut.

“Saya Aiman Witjaksono kemudian saya yakin teman-teman di dalam TPN bahwa kami tiada akan akan membuka narasumbernya. Biarkan risiko ini saya ambil oleh sebab itu saya meyakini merek orang-orang baik lalu mereka orang-orang yang digunakan wajib dilindungi identitasnya,” katanya.

Diketahui, ada enam pihak yang dimaksud telah lama resmi melaporkan Aiman untuk akan digabungkan menjadi satu. Di antaranya Front Pemuda Jaga Pemilu, Aliansi Warga Sipil Indonesia, Jaringan Aktifis Muda Indonesia, Aliansi Aksi Pengawal Demokrasi, Barisan Mahasiswa Jakarta, serta Garda Pemilihan Umum Damai.

Aiman diduga melakukan aktivitas pidana dengan dijerat Pasal 14 ayat 1 serta 2 atau Pasal 15 Undang-undang No.1 TH 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana tentang dugaan penyebaran hoaks yang tersebut menghasilkan keonaran.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button