Lifestyle

Disenggol ‘Harvard Kalah Sama STIE’, Ini adalah Beda Level Pendidikan Tom Lembong vs Bahlil Lahadalia

Kertasleces.co.id – Menteri Penanaman Modal atau Kepala Badan Kesepahaman Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyindir pendahulunya di dalam BKPM yang dimaksud ia sebut merupakan lulusan Harvard University.

Bahlil memang benar tak secara gamblang menyampaikan sosok yang ia maksud, tetapi diketahui kepala BKPM sebelumnya adalah Thomas Trikasih Lembong.

Bahlil bahkan sempat membandingkan kampusnya dengan Tom Lembong yang mana merupakan lulusan Harvard. Ia mengatakan meskipun semata-mata lulus dari STIE Port Numbay, Jayapura, ia berhasil menyelesaikan target pembangunan ekonomi yang mana dipasang oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Mantan Ketua HIPMI yang dimaksud juga menyinggung kinerja Tom Lembong yang dituduhnya telah terjadi meninggalkan pembangunan ekonomi mangkrak sebesar Mata Uang Rupiah 708 triliun.

Ia mengaku berhasil mengeksekusi pembangunan ekonomi mangkrak yang disebutkan sebesar Rupiah 558 triliun, termasuk pembangunan ekonomi Lotte Chemical Mata Uang Rupiah 60 triliun juga PLTS Terapung Cirata.

Bahlil mengumumkan ilmu lapangan untuk menyelesaikan hambatan yang dimaksud tiada ada di dalam Harvard University. Ia memberikan analogi persoalan yang dimaksud sebagai hambatan hantu yang tersebut belaka bisa jadi diselesaikan oleh pihak yang dimaksud pernah bergaul dengan hantu.

Lantas, seperti apakah beda institusi belajar Tom Lembong vs Bahlil Lahadalia? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

Tom Lembong diketahui mengenyam lembaga pendidikan dasarnya di dalam negara Jerman hingga berusia 10 tahun. Ia kemudian melanjutkan lembaga pendidikan Sekolah Dasarnya (SD) kemudian Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Sekolah Regina Pacis Jakarta.

Tom kemudian melanjutkan Sekolah Menengah Menengah Atas (SMA) ke Boston, Amerika Serikat (AS). Kemudian pada tahun 1994, ia menempuh sekolah di tempat perguruan tinggi Harvard, bidang Arsitektur dan juga perancangan kota.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikannya di dalam Harvard, Tom memulai karirnya di area Divisi Ekuitas Morgan Stanley sebagai senior manager, dalam Singapura pada 1995.

Kemudian, pada tahun 1999-2000, ia pindah kerja sebagai bankir penanaman modal dalam Deutsche Securities Indonesia. Tak sampai disitu saja, sebab kegigihannya pada bekerja, pada 2000-2002, Tom dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai Kepala Divisi kemudian Wakil Senior di dalam Badan Penyehatan Sektor Keuangan Nasional (BPPN).

Pendidikan Bahlil Lahadalia

Pria yang tersebut lahir di dalam Maluku Utara ini adalah anak dari manusia ayah yang digunakan berprofesi sebagai kuli bangunan serta ibunya merupakan buruh cuci. Dengan adanya keterbatasan tersebut, menjadikannya berkembang menjadi pribadi yang mana mandiri serta tangguh.

Kemandiriannya yang disebutkan terbukti pada waktu ia duduk di area bangku sekolah dasar, Bahlil telah membantu perekonomian keluarga dengan menjajakan kue di area sekolah.

Saat memasuki bangku SMP, ia juga sempat menjadi pribadi kondektur, di area ketika SMEA, ia menjadi sopir angkot dan juga bekerja paruh waktu.

Meski demikian, Bahlil masih menunjukkan prestasinya di tempat sekolah bahkan ia pernah menjadi ketua OSIS.

Dengan modal semangat, Bahlil berhasil daftar kuliah di tempat Sekolah Tinggi Pengetahuan Perekonomian Port Numbay Jayapura, Papua.

Saat duduk di tempat bangku kuliah, Bahlil dikenal sangat bergerak menjadi pengurus senat pelajar hingga bergabung pada Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang mana membawanya menduduki sikap puncak sebagai pribadi Bendahara Umum PB HMI.

Pada tahun 2003, namanya terdaftar di area Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tingkat kabupaten, provinsi, hingga ke pengurus pusat.

Kontributor : Syifa Khoerunnisa

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button