Teknologi

DPR Gercep Gaungkan UU Baru Imbas Foto Porno Kecerdasan Buatan Taylor Swift

Kertasleces.co.id – Foto porno Taylor Swift yang dibuat teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menimbulkan geram para politikus. Mereka gerak cepat menyerukan undang-undang baru demi mengatur teknologi deepfake.

Anggota DPR Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Morelle meminta-minta masyarakat untuk meloloskan undang-undang yang digunakan mengatur perihal foto porno buatan Teknologi AI ini. Dengan demikian, orang yang tersebut menyebarkan konten yang dimaksud dapat dikenakan hukuman penjara maupun denda.

“Kami tentu berharap berita Taylor Swift akan membantu memicu kesempatan juga menumbuhkan dukungan terhadap RUU kami, yang seperti kalian tahu, itu akan mengatasi situasi secara nyata dengan hukuman perdata lalu pidana,” ungkap juru bicara Morelle, disitir dari ABC News, Mingguan (28/1/2024).

Diketahui Morelle adalah pihak yang menggaungkan undang-undang ‘Preventing Deepfakes of Intimate Images Act’ untuk menjaga dari foto deepfake seperti yang dialami Taylor Swift. Saat ini UU yang dimaksud sedang diproses pada Komite Kehakiman DPR AS.

Sementara itu Sekretaris Pers Gedung Putih, Karine Jean-Pierre mengaku khawatir dengan apa yang terjadi pada sang penyanyi. Ia meminta-minta Kongres harus segera mengambil tindakan legislatif.

“Kami khawatir dengan laporan sirkulasi gambar yang baru semata diunggah, lebih tinggi tepatnya foto palsu, dan juga ini mengkhawatirkan,” ungkap Pierre.

Ia mengakui kalau setiap pengelola media sosial memiliki upaya untuk menjalankan konten yang dimaksud ada dalam platformnya. Mereka pun diminta untuk menegakkan aturannya secara tegas demi menghindari penyebaran hoaks seperti foto porno Artificial Intelligence Taylor Swift.

Diketahui Amerika Serikat memang sebenarnya bukan miliki undang-undang yang mana mengatur persoalan deepfake AI. Maka dari itu, Jean-Pierre pun telah melakukan berbagai upaya pemerintah Amerika Serikat untuk para korban AI.

Hal itu meliputi peresmian satuan tugas (satgas) untuk mengatasi pelecehan online hingga Departemen Kehakiman yang digunakan meluncurkan kanal bantuan nasional 24/7 pertama bagi para penyintas pelecehan seksual berbasis foto.

Diketahui media sosial ramai dengan foto porno Taylor Swift yang dimaksud dibuat dengan Artificial Intelligence di area X alias Twitter. Sayang hal itu ternyata adalah deepfake alias gambar yang dimaksud dibuat dari hasil edit lewat AI.

Meskipun Twitter gercep menghapus foto tersebut, konten itu telah dilihat lebih tinggi dari 45 jt kali sebelum akun yang dimaksud menyebarkannya hilang.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button