Nasional

Halangi Penyidikan KPK, Stefanus Roy Pengacara Lukas Enembe Divonis Penjara 4,5 Tahun!

Kertasleces.co.id – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ibukota Indonesia menjatuhkan vonis 4,5 tahun penjara terhadap Stefanus Roy Rening, kuasa hukum Lukas Enembe. Roy menjadi terdakwa pada persoalan hukum perintangan penyidikan perkara korupsi yang dimaksud menjerat mantan Gubernur Papua Lukas Enembe.

“Menjatuhkan pidana untuk terdakwa yang dimaksud dengan pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan,” ujar Ketua Hakim Rianto Adam Pontoh pada Rabu (7/1/2024).

Selain divonis hukuman badan, Roy juga dijatuhi pidana denda Rp150 juta, apabila bukan dibayar, diganti hukuman badan tiga bulan kurungan. Dalam pertimbangan hakim, hal memberatkannya Roy dikarenakan berbelit-belit memberikan keterangan selama persidangan.

“Keadaan yang memberatkan, perbuatan terdakwa Stefanus Roy Rening tak mengupayakan inisiatif pemerintah pada mewujudkan pemerintahan juga birokrasi negara yang tersebut bersih lalu bebas dari korupsi, kolusi, serta nepotisme. Terdakwa bukan mengakui perbuatannya kemudian berbelit-belit di tempat persidangan,” kata hakim.

Sementara hal yang dimaksud meringankannya, belum pernah dipidana, miliki keluarga, dan juga sopan selama persidangan. Vonis yang digunakan dijatuhkan hakim tambahan ringan dari tuntutan Jaksa KPK. Jaksa menuntut Roy divonis 5 tahun penjara dan juga denda Rp150 juta.

Pada perkara ini, KPK awalnya menetapkan Roy sebagai terdakwa lalu menjalani penahan pada 9 Mei 2023. Dia dijadikan terdakwa lantaran berupaya menghalangi proses hukum dugaan korupsi Lukas Enembe, sebagai kliennya.

Roy disebut menyusun beberapa orang rangkaian skenario dengan memberikan saran dan juga mempengaruhi beberapa orang pihak yang akan dipanggil KPK sebagai saksi. Salah satunya, mempengaruhi beberapa jumlah saksi untuk bukan datang memenuhi panggilan KPK agar tak memberikan kesaksian atau keterangan berhadapan dengan perkara korupsi Lukas.

Kemudian Roy diduga memerintahkan salah satu saksi menghasilkan testimoni dan juga pernyataan yang mana berisi cerita bukan benar, terkait kronologis kejadian pada perkara Lukas.

Related Articles

Back to top button