Bisnis

Inpres Air Minum Segera Disahkan, Akses Air Bersih Diharapkan Makin Mudah

Kertasleces.co.id – otoritas melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya mengatakan, Instruksi Presiden (Inpres) mengenai Air Minum juga Sanitasi diharapkan dapat diterbitkan pada tahun 2024.

Dalam konferensi pers daring pada Ibukota pada hari Selasa (23/1/2024), Direktur Jenderal Cipta Karya, Diana Kusumastuti menjelaskan, inpres itu diahrapkan terbit juga dapat dilaksanakan tahun ini.

Dia menambahkan bahwa Inpres yang disebutkan bertujuan untuk mempercepat penyediaan layanan air minum perpipaan dengan sambungan ke rumah bagi masyarakat.

“Kalau kita meninjau memang benar infrastruktur sumber daya air minum yang dimaksud dibangun oleh pemerintah pusat dalam di lokasi ini masih berbagai yang belum termanfaatkan (idle), sehingga sumber daya air yang dimaksud harus kita alirkan untuk publik agar dapat menikmati air perpipaan,” kata dia.

Inpres Air Minum dan juga Sanitasi, kata dia, tidak ada cuma mengenai air minum, tetapi juga berkaitan dengan sanitasinya sehingga nanti  mengakumulasi data-data yang digunakan ada pada masing-masing wilayah yang digunakan belum memiliki sambungan rumah. Dengan demikian, pembangunan sambungan rumah terhadap rakyat yang dimaksud dibiayai oleh inpres.

Menurut Diana, capaian penyediaan akses air minum yang dimaksud layak juga perpipaan masih menjadi tantangan sama-sama dalam Indonesia. Akses air minum layak pada waktu ini baru mencapai 91,08 persen, sedangkan akses air minum aman masih 11,8 persen.

“Kalau kita berbicara akses air minum layak ini belaka meningkat 1 persen per tahun kemudian laju perkembangan akses perpipaan tiada sampai 1 persen pada lima tahun terakhir (2017-2022),” ungkap dia.

Inpres tentang air minum lalu sanitasi merupakan salah satu fokus kegiatan Kementerian PUPR pada 2024 untuk melaksanakan perkembangan infrastruktur yang digunakan menjadi direktif Presiden RI lalu instruksi presiden yakni Inpres Jalan Daerah lalu Inpres Air Minum kemudian Sanitasi.

Pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah pernah menginisiasi Instruksi Presiden (Inpres) terkait air bersih serta sanitasi pasca mendapat persetujuan dari Presiden RI Joko Widodo di rapat terbatas (ratas) yang mana mendiskusikan pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM).

Inpres yang disebutkan dijadwalkan mulai berlaku pada tahun 2025. Untuk Inpres air minum kemudian sanitasi ini, total dana yang digunakan dibutuhkan mencapai Rp16,6 triliun. Dana yang disebutkan tidaklah ditujukan untuk perkembangan infrastruktur instalasi pengolahan air (IPA), melainkan untuk pemasangan sambungan air ke rumah-rumah penduduk guna mencapai target 10 jt SR.

Pemerintah sendiri telah dilakukan mempunyai infrastruktur IPA, termasuk yang digunakan termasuk di Proyek Penting Nasional (PSN) maupun regional.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button