Nasional

Kasus Pungli Rutan KPK, Pelaku Intelektual Siap-siap Jadi Tersangka

Kertasleces.co.id – Kasus dugaan pungutan liar atau pungli di dalam Rumah Tahanan (Rutan) KPK masih terus bergulir. Setelah melakukan ekspose serta meningkatkan status ke penyidikan, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengatakan mereka itu telah mengantongi calon tersangka.

Para pihak yang tersebut akan jadi terdakwa merupakan intelectual dader atau pelaku intelektual yang mana mengendalikan industri haram tersebut.

“Dari yang tersebut sudah ada dipaparkan, kami hanya sekali meng-klaster pada intelectual dader, tidak ada untuk pihak-pihak yang kemungkinan besar belaka menerima dikarenakan menjadi bagian dari security, atau bertugas pada hari ataupun pada periode tersebut, nah itu kami klaster,” kata Ghufron di tempat Gedung Merah Putih KPK, Ibukota diambil Suara.com, Mulai Pekan (30/1/2024).

Ghufron bilang, pihak yang dimaksud akan dijadikan dituduh bukan sebanding jumlahnya dengan pegawai KPK yang mana disidang etik Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Di Dewas KPK terdapat 93 pegawai disidangkan terkait pungli.

“Ada beberapa, kami belaka klaster untuk dari pelaku intelectual dader-nya. Kemudian operatornya, sampai kemudian yang dimaksud melanjutkannya,” terangnya.

Meski telah mengantongi nama-nama tersangkanya, Ghufron belum mengungkap waktu untuk KPK akan mengumumkannya. Disebutnya, mereka akan mengawaitu hasil persidangan etik dalam Dewas KPK.

“Nanti kami akan update pasca kesiapan untuk dijalankan penegakan hukumnya di area KPK,” ujarnya.

Dalam perkara ini, para terduga pelaku menjalankan praktik haramnya dengan memasang tarif banyak ribu hingga puluhan jt untuk para tahanan korupsi, guna mendapatkan sarana tambahan di dalam rutan. Seperti miliki handphone, serta mengisi daya ulang baterai, juga mendapatkan makanan dari luar.

Disebutkan pula nilai perputaran uangnya mencapai sekitar Simbol Rupiah 6 miliar. Dalam aksinya, pungli diadakan secara terstruktur. KPK menyatakan ada petugas yang mana disebut ‘lurah’ yang dimaksud mengkoordinasi, kemudian juga yang mana bertugas mengepul uang dari tahanan. Guna menghilangkan jejak, dia diduga menggunakan account orang lain.

Selain berproses secara pidana di dalam KPK, perkara ini juga ditindaklanjuti Dewan Pengawas KPK secara etik. Setidaknya 93 orang harus menjalani persidangan. Dewan Pengawas KPK memiliki target sidang putusan etik dibacakan pada 15 Februari 2024.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button