Bisnis

Kebocoran Pabrik Kimia dalam Cilegon, Ternyata Perusahaan Orang Terkaya RI

Kertasleces.co.id – Profil perusahaan pabrik Kimia Cilegon, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) popular setelahnya pabrik ini gagal mengolah limbah produksi. PT Chandra Asri diketahui membuang gas melalui cerobong hingga asapnya menyebabkan penduduk sekitar mengalami mual kemudian muntah dikarenakan bau yang mana menyengat. 

Perusahaan mengkonfirmasi kejadian itu dilatarbelakangi kondisi darurat. Namun, pelepasan gas tetap memperlihatkan mempertimbangkan standar operasional prosedur sesuai ketentuan. Atas kejadian ini operasional pabrik ditutup sementara. 

Sekretaris Korporasi TPIA, Erri Dewi Riani menjelaskan, penutupan itu dipicu kegagalan fungsi alat penunjang yang digunakan berhubungan dengan air pendingin yang mana mengandung hidrokarbon.

“Perseroan melakukan shutdown unit Ethylene Plant dan juga melakukan pembakaran di tempat cerobong (flaring), yakni pembakaran senyawa hidrokarbon yang dimaksud muncul ketika pada waktu terjadi kondisi yang digunakan tidak ada biasa (abnormality) kemudian unplanned shutdown dalam pabrik,” terang Erri terkait bau tak sedap menguar pada Cilegon, Selasa (23/1/2024).

Profil Organisasi PT Chandra Asri Pacific Tbk

PT Chandra Asri bergerak di area bidang produksi plastik dan juga karet. Perusahaan ini dimiliki oleh salah satu orang terkaya pada Indonesia, Prajogo Pangestu. Salah satu perubahan fundamental yang digunakan diadakan adalah pengubahan nama dari PT Chandra Asri Petrochemical menjadi PT Chandra Asri Pacific. 

Perubahan ini secara resmi telah terjadi mendapatkan persetujuan dari Kementerian Hukum lalu HAM Republik Indonesia pada tanggal 03 Januari 2024 yang mana mana telah dilakukan memperoleh persetujuan pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 29 Desember 2023.

Perubahan nama ini diadakan sebagai bentuk metamorfosis Korporasi yang dimaksud pada waktu ini gencar melakukan diversifikasi portfolio usaha yang mana tidaklah lagi semata-mata terpaku pada sektor petrokimia, namun telah lama memperluas cakupan bisnisnya ke sektor kimia kemudian penyediaan infrastruktur.

Dengan demikian, pembaharuan nama menjadi PT Chandra Asri Pacific Tbk menjadi langkah strategis untuk mengakomodir inovasi fokus bidang usaha yang digunakan tambahan luas, menguatkan reputasi Perseroan sebagai Mitra Pertumbuhan (#YourGrowthPartner) yang dimaksud berperan menjadi tulang punggung bagi sektor-sektor strategis di area tanah air.

“Perubahan nama Korporasi menjadi PT Chandra Asri Pacific Tbk diadakan seiring dengan upaya Perusahaan yang pada waktu ini sedang melakukan diversifikasi perusahaan sebagai upaya untuk memberikan khasiat yang mana maksimal terhadap seluruh pemangku kepentingan. Kami berterima kasih untuk semua pelanggan dan juga mitra Organisasi berkat konsistensi dukungan yang dimaksud tiada henti yang digunakan sudah pernah memungkinkan Chandra Asri Group untuk terus bertumbuh dan juga memberikan kontribusi positif bagi Indonesia.” kata Direktur Sumber Daya Manusia lalu Urusan Korporat Chandra Asri Group, Suryandi ditulis Hari Sabtu (6/1/2024).

Chandra Asri Group ketika ini sedang melakukan diversifikasi kegiatan bisnis sebagai upaya meningkatkan kekuatan kinerja Perusahaan. Korporasi mengakuisisi PT Krakatau Chandra Daya (dulunya PT Krakatau Daya Listrik) lalu PT Krakatau Tirta Industri di area sektor infrastuktur melalui anak usahanya PT Chandra Daya Penanaman Modal (CDI) pada awal tahun 2023.

Kemudian, Chandra Asri Group juga akan mendirikan Pabrik Chlor-Alkali kemudian Ethylene Dichloride (CAA-EDC) melalui anak usahanya, PT Chandra Asri Alkali untuk memperluas sektor kimia. Chandra Asri Group juga meneruskan komitmennya untuk memulai pembangunan kompleks petrokimia kedua berskala global (CAP2) pada upaya membantu Indonesia mengempiskan beban impor.

“Perubahan nama Korporasi menjadi PT Chandra Asri Pacific Tbk sudah mempertegas seluruh langkah industri yang mana dijalankan guna memberikan dampak positif yang mana signifikan bagi para pemangku kepentingan. Kepercayaan kami terhadap pelanggan juga mitra akan tetap saja menjadi prioritas utama Korporasi sembari membuka prospek baru untuk dapat melayani tambahan berbagai pelanggan juga pemangku kepentingan. Nama baru ini sekaligus menyokong visi Organisasi untuk menjadi Perusahaan Solusi Kimia serta Infrastruktur Terkemuka pada Indonesia,” ujar Suryandi.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button