Nasional

Kejagung Masih Dalami Dugaan Keterlibatan Dua Organisasi Swasta di area Kasus Impor Emas

Kertasleces.co.id – Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Area Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, Kuntadi memverifikasi penyidik masih mendalami keterlibatan PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) kemudian PT Indah Golden Signature (IGS) terkait manipulasi Harmonized System atau kode HS untuk ekspor impor emas demi menghindari pajak.

“Sampai sekarang masih kami dalami keterlibatannya (IGS serta UBS),” kata Kuntadi untuk wartawan, hari terakhir pekan (26/1/2024).

Kuntadi menjelaskan, pendalaman terkait persoalan hukum ini merupakan langkah lanjut dari temuan Satuan Tugas Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) melawan adanya dugaan korupsi terkait batangan emas impor senilai Rupiah 189 triliun.

Dalam pelaksanaannya, lanjut Kuntadi, penyidik juga telah lama melakukan penggeledahan pada beberapa tempat, yaitu Pulo Gadung, Pondok Gede, Cinere, Depok, Pondok Aren, Tangerang Selatan juga Surabaya, yaitu PT UBS di dalam Tambaksari kemudian PT IGS pada Genteng.

Penggeledahan juga dilaksanakan dalam Kantor Bea lalu Cukai usai perkara yang dimaksud ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan.

Menurut Kuntadi kekinian penyidik masih menanti pendapat ahli mengenai penanganan persoalan hukum ini. Salah satunya untuk menentukan persoalan ekspor-impor emas yang disebutkan termasuk pada tindakan pidana kepabeanan atau korupsi.

“Hingga pada waktu ini masih didalami serta dikonsultasikan. Masih ada perdebatan terkait dengan penerapan pasalnya,” katanya.

Sebelumnya Koordinator Publik Anti Korupsi Indonesia atau MAKI, Boyamin Saiman memohon Kejaksaan Agung RI transparan di mengusut persoalan hukum ini.

Terlebih sudah pernah ditemukan adanya dugaan keterlibatan perusahaan manipulasi kode HS untuk kegiatan ekspor impor emas demi menghindari pajak.

“Jadi, benar penyidik harus membuka masalah keterlibatan kedua perusahaan ini. Jaksa harus transparan,” ujar Boyamin.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button