Nasional

Komnas HAM Dorong pemerintahan Selesaikan Kasus Penculikan Aktivis 1997 Hingga 1998

Kertasleces.co.id – Komnas HAM mengupayakan pemerintah agar menyelesaikan 12 perkara pelanggaran HAM berat. Satu dari belasan persoalan hukum yang disebutkan yakni tentang penculikan juga penghilangan paksa para aktivis tahun 1997-1998.

“Mendorong pemerintah untuk melanjutkan serta menguatkan upaya penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM yang mana berat,” kata Komisioner Komnas HAM, Abdul Haris Semendawai pada rekomendasi catatan tahunan Komnas HAM pada Kantor Komnas HAM, Kamis (25/1/2024).

Penyelesaian pelanggaran HAM berat, lanjut Semendawai, mampu melalui mekanisme judisial maupun non-judisial.

“Guna pemenuhan hak-hak korban, termasuk mempanjang masa kerja Tim PKPHAM untuk agar penyelenggaraan pemenuhan hak korban berjalan dengan baik,” ucapnya.

Semendawai juga menyokong Kejakasaan Agung agar segera menindaklanjuti segala temuan dan juga laporan hasil penyelidikan tentang pelanggaran HAM berat.

“Mendorong Kejaksaan Agung untuk segera menindaklanjuti berbagai laporan hasil penyelidikan tentang pelanggaran HAM yang mana berat ke tahap penyidikan,” ucapnya.

Semendawai juga mendesak agar pemerintah dapat segera menyusun kemudian mengeksplorasi Rancangan Undang-undang Komisi Kebenaran juga Rekonsiliasi (RUU KKR).

Kemudian, Semendawai juga memohonkan terhadap Kementerian Kondisi Keuangan kemudian serta Bappenas agar menyusun nomenklatir khusus untuk inisiatif kemudian anggaran pemenuhan hak korban pelanggaran HAM berat.

Persiden Joko Widodo, sudah mengakui adanya 12 perkara pelanggaran HAM berat masal lalu yang tersebut ditetapkan oleh Komnas HAM.

Selusin perkara tersbut yakni Peristiwa 1965-66, Penembakan Misterius di dalam tahun 1982-1985, Peristiwa Talangsari Lampung dalam tahun 1989.

Selanjutnya, Peristiwa Rumoh Geudong serta Pos Sattis pada Aceh tahun 1989, Peristiwa Penculikan serta Penghilangan Paksa di dalam tahun 1997-1998, lalu Peristiwa Kerusuhan Mei 1998.

Kemudian, ada juga Peristiwa Trisakti kemudian Semanggi 1-2 pada tahun 1998-1999, Peristiwa Pembunuhan Dukun Santet pada tahun 1998-1999, Peristiwa Simpang KKA Aceh tahun 1999.

Peristiwa Wasior Papua tahun 2001-2002, Peristiwa Wamena Papua pada 2003, serta Peristiwa Jambo Keupok Aceh di tempat tahun 2003.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button