Nasional

KPK Cuma Tetapkan Satu Tersangka di OTT pada Sidoarjo, Padahal Ditangkap 11 Orang, Mengapa?

Kertasleces.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semata-mata menetapkan satu orang sebagai terperiksa pada operasi tangkap tangan atau OTT dalam lingkungan pemerintah Wilayah Sidoarjo, Jawa Timur. Dalam OTT pada Kamis (25/1) lalu, setidaknya ada 11 orang yang dimaksud ditangkap KPK.

“Atas dasar kecukupan alat bukti, ditingkatkan lagi ke tahap penyidikan dengan menetapkan juga mengumumkan tersangka, sebagai berikut; SW (Siska Wati) Kasubag Umum lalu Kepegawaian BPPD (Badan Pelayanan Pajak Daerah) Daerah Sidoarjo,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Hari Senin (29/1/2024).

Kasus korupsi ini berkaitan dengan dugaan pemotongan dan juga penerimaan uang atau pungutan liar pada lingkungan BPPD Daerah Sidoarjo.

Dalam OTT sebelumya, KPK mengamankan 11 orang. Di antaranya kakak ipar Kepala Kabupaten Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, Robith Fuadi, dan juga anak terperiksa Siska Wati, Nur Ramadan. Ketika itu, kelompok penyidik KPK menemukan barang bukti merupakan uang tunai senilai Rp69 juta.

Atas perbuatannya, Siska Wati dijerat dengan pasal Pasal 12 huruf f Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dilakukan diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Guna proses penyidikan, KPK menahan Siska untuk 20 hari pertama di dalam Rumah Tahanan (Rutan) KPK, terhitung sejak 26 Januari sampai dengan 14 Februari 2024.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button