Bisnis

KPPU Endus Monopoli Bisnis Ekspedisi di dalam E-commerce, YLKI Buka Suara

Kertasleces.co.id – Komisi Pengawas lalu Persaingan Usaha (KPPU) mengendus dugaan monopoli pelayanan kurir pada platform digital e-commerce Shopee khususnya pada layanan Shopee Express.

Yayasan Lembaga Pengguna Indonesia (YLKI) pun secara langsung mengapresiasi langkah KPPU tersebut.

Pengurus Harian YLKI, Agus Suyatno menyebutkan praktik e-commerce menunjuk hanya saja satu perusahaan kurir bertentangan dengan semangat pada UU Perlindungan Konsumen. Dimana di aturan itu, pembeli seharusnya memiliki kebebasan untuk memilih jasa kurir.

“Konsumen tak memiliki keleluasaan di memilih jenis barang atau jasa,” ujar Agus, Rabu (7/2/2024).

Ia menyebutkan praktik penunjukan satu kurir ini terkadang memang benar diadakan dengan iming-iming nilai tukar yang dimaksud lebih tinggi diskon dibandingkan kurir lainnya. Dalam jangka pendek memang, hal ini jelas menguntungkan konsumen. Namun di jangka panjang tak ada jaminan bagi konsumen bahwa tarif kurir itu akan tetap saja bersaing.

“Tanpa ada persaingan, ketentuan tarif tidaklah dapat dikontrol konsumen,” ujarnya.

Dari sisi persaingan usaha, praktik menunjuk satu kurir saja, jelas merugikan pemain lain yang dimaksud seharusnya diberikan ruang oleh e-commerce untuk bisa saja bersaing secara sehat. “Ada beberapa perjanjian yang tabu dilaksanakan pelaku usaha spt praktik monopoli, penguasaan pasar, dan juga persekongkolan,” ujarnya.

Anggota komisi KKPU Gopprera Panggabean menyebutkan adanya dugaan monopoli itu menyusul Shopee telah tidak ada menampilkan pilihan lain pada jasa pengantarannya kemudian belaka menampilkan jasa pengirim yang merupakan bagian dari afiliasi dari e-commerce itu tersebut.

Dugaan ini masih di tahap pemberkasan menyusul sudah ada dilakukannya investigasi. Jika tahap pemberkasan KPPU menemukan terbukti melakukan monopoli maka akan masuk di tahap persidangan.

“Yang pasti ini masih pada tahap asas perilaku tak bersalah yang dimaksud patut diduga. Kalau nanti memang sebenarnya terbukti nanti akan kita proses,” jelas dia. Sebelumnya diberitakan, Shopee terancam sanksi Mata Uang Rupiah 1 miliar lantaran membatasi konsumen untuk memilih jasa ekspedisi.

Related Articles

Back to top button