Nasional

Luruskan Pemberitaan pada Sebuah Media, Pemprov Sulsel Tegaskan Tak Pernah Bolehkan ASN Ikut Kampanye

Kertasleces.co.id – Pj Sekprov Sulsel, Andi Muhammad Arsjad, didampingi Kepala Dinas Kominfo Sulsel, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sulsel, juga Plt Biro Hukum Sulsel, mengklasifikasi dan juga meluruskan terkait headline pemberitaan salah satu media cetak edisi Senin, 15 Januari 2024.

Di pada berita itu disebutkan bahwa “Pemprov Sulsel Bolehkan ASN Ikut Kampanye”.

Ini tentu sangat disayangkan, akibat berita ini adalah berita yang dimaksud tiada benar (hoaks), lantaran tidak ada sesuai substansi yang mana disampaikan oleh Pj Gubernur Sulsel di wawancara dalam waktu berkunjung ke Gudang Logistik KPU Daerah Enrekang.

“Hal ini tentu kita perlu luruskan, sebab dapat mengakibatkan multitafsir yang dimaksud disalah artikan seakan-akan kita (Pemprov Sulsel) membolehkan sesuatu yang digunakan dilarang, padahal aturannya jelas,” ucap Arsjad, ketika konferensi pers dengan para wartawan pada Kantor Gubernur Sulsel, Hari Jumat (26/1/2024).

Menurut Arsjad, jikalau dicermati secara seksama, video yang ada dengan durasi 1 menit 57 detik tersebut, tiada ada satupun statement dari Pj Gubernur Sulsel yang tersebut menyatakan Pemprov Bolehkan ASN Ikut Kampanye.

Lebih lanjut ia menjelaskan, yang digunakan ada justru mengingatkan, menegaskan bahwa ASN harus netral kemudian tidaklah berpihak. Meskipun ASN boleh memilih, tapi tidaklah boleh diungkapkan, termasuk diartikulasikan pada bentuk simbolik.

Ia pun berharap, agar media meluruskan juga mempersilakan menyaksikan video tersebut,  cermati apakah betul yang dimaksud disampaikan oleh Pj Gubernur sesuai dengan itu.

“Karena kita perlu mengakses ini secara terang-terangan untuk mengedukasi publik agar lebih tinggi paham bahkan komitmen untuk menegaskan netralitas ASN,” katanya.

Kemudian Arsjad juga sempat menghubungi pihak Bawaslu Sulsel untuk menilai isi video yang disebutkan dan juga mengatakan, bukan ada yang salah di pertemuan wawancara tersebut.

“Untuk itu, saya memohon terhadap teman-teman media untuk lebih banyak bijak, lebih tinggi terkonfirmasi, dan juga berharap tak ada kesalahpahaman atau kesalahtafsiran terhadap statement berita yang digunakan keluar. Kami percaya bahwa teman-teman media, sebagai mitra pemerintah yang tersebut menyampaikan berita secara benar lalu profesional,” imbuhnya.

Di tempat yang mana sama, Kepala BKD Sulsel, Sukarniaty Kondolele, mengatakan, komitmen Pj Gubernur Sulsel terkait netralitas ASN telah dilakukan ditunjukkan melalui beberapa kegiatan. Misalnya, pada September terkait netralitas ASN, dimana keterlibatan Komisi ASN yang datang secara langsung ke Sulsel, berkaitan dengan rapat koordinasi netralitas ASN.

Kedua, lanjut Sukarniaty Kondolele, pada tanggal 16 Oktober 2023 juga diinisiasi oleh BKD dengan Pj Gubernur, ikrar dengan dengan seluruh penjabat tinggi Pratama lingkup Pemprov Sulsel, yang satu minggu kemudian ditindaklanjuti oleh seluruh pejabat tinggi Pratama, sampai jajarannya hingga ke bawah.

Kemudian yang mana terakhir, lanjut Sukarniaty Kondolele, menerbitkan surat edaran tertanggal 17 Oktober 2023, yang juga menekankan netralitas ASN dalam lingkup Pemprov Sulsel.

“Semuanya tegas dari Bapak Pj Gubernur Sulsel,” ungkapnya.

Plt Biro Hukum Pemprov Sulsel, Herwin Firmansyah, mengatakan, tiada ada statement Pj Gubernur membolehkan ASN mengambil bagian kampanye. Tapi yang dimaksud ada, aturan yang digunakan membolehkan baik pada Undang-undang Pemilu, maupun pada PP 94 tentang kedisiplinan PNS.

Kepala Dinas Kominfo SP Sulsel, Andi Winarno Eka Putra berharap, media memberitakan yang tersebut soft lagi, apalagi menghadapi jadwal urusan politik yang terbesar di dalam Indonesia.

“Teman-teman dapat mengkonfirmasi ke kami dan juga kami akan siap untuk menjelaskan apa pun yang dimaksud terkait lalu ingin disampaikan oleh teman-teman media,” terangnya. 

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button