Otomotif

Mendadak Pusing, Cermati Pertemuan Mengemudikan Kendaraan Umum

Kertasleces.co.id – Pada hari terakhir pekan (26/1/2024) sore ada kejadian sebuah bus menabrak halte Transjakarta. Pihak Kepolisian menduga bahwa pramudi bus Harapan Jaya itu mengalami serangan jantung. Pengemudi mengalami luka lalu meninggal dunia.

Dikutip dari laman Driver and Vehicle Licensing Agency (DVLA), badan perizinan pengemudi serta kendaraan umum yang bermarkas di area Swansea, Wales, Britania Raya yang digunakan sudah ada mencatatkan data tambahan dari 50 jt pengemudi juga 40 jt kendaraan, dibutuhkan persyaratan khusus untuk mengemudikan kendaraan umum.

Hal pokok yang perlu diketahui pada waktu orang pengemudi kendaraan umum akan mengoperasikan kendaraan adalah jenis kendaraan, kondisi yang mana dapat mempengaruhi kemampuan mengemudi secara aman, kondisi kebugaran yang digunakan bisa jadi menyebabkan secara tiba-tiba pusing, pingsan, bahkan pingsan ketika mengemudi.

Serangan jantung, sebagai ilustrasi [Envato Elements]
Serangan jantung, sebagai ilustrasi [Envato Elements]

Disebutkan DVLA bahwa pengemudi yang dimaksud memiliki penyakit jantung pun jarang diminta untuk berhenti mengemudi sepenuhnya atau serupa sekali.

Akan tetapi, lewat pemeriksaan dokter atau secara medis, kondisi kebugaran tertentu mungkin saja menyebabkan pengemudi diminta berhenti melakukan aktivitas ini sementara waktu.

Utamanya seberapa penting kondisi kondisi tubuh juga gejala yang dimaksud dialami, perawatan yang diterima atau sedang ditunggu untuk mendapatkan perawatan.

“Bila mengoperasikan kendaraan yang digunakan lebih tinggi besar seperti truk pengiriman atau bus, kemungkinan besar mempunyai lebih tinggi banyak batasan. Karena hal kebugaran ini dapat mempengaruhi pekerjaan, sehingga perlu dibicarakan dengan atasan di area bidang pekerjaan mengenai kondisi pramudi terkini,” demikian dituliskan DVLA.

Kunci keselamatan serta keamanan pengemudi kendaraan umum seperti bus ini adalah pemeriksaan kemampuan fisik secara berkala, di area mana dokter akan memberi tahu jikalau harus berhenti mengemudi lantaran alasan apa pun,” bunyi kelanjutannya.

“Caranya mengisi formulir secara online atau dikirim melalui pos. Ada beberapa kuesioner medis yang berbeda untuk orang yang digunakan miliki izin mengemudi mobil atau kendaraan beroda dua motor juga untuk orang yang dapat mengemudikan micro bus, bus, atau truk,” tulis situs tentang tata caranya.

“Jika baru didiagnosa atau ada inovasi melawan kesehatan, pengemudi bisa jadi memeriksa apakah kondisi perlu dilaporkan ke badan pemberi perizinan mengemudi. h DLVA tentang layanannya, yang dimaksud mampu diaplikasikan di area berbagai negara pada menangani kondisi atau keadaan serupa.

Yaitu memberikan standar kemampuan fisik terhadap para pengemudi kendaran umum seperti bus kemudian truk.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button