Otomotif

Mobil Listrik Murah China akan Gilas Industri Barat? Begini Kata Elon Musk

Kertasleces.co.id – Industri mobil China dengan cepat berprogres kemudian memproduksi kendaraan listrik yang kompetitif dalam semua segmen, mulai dari mobil kota kecil hingga supercar berperforma tinggi.

CEO Tesla, Elon Musk, telah dilakukan menyatakan keprihatinannya tentang kemungkinan mobil-mobil China menjadi ancaman eksistensial bagi produsen mobil barat.

“Perusahaan-perusahaan mobil China adalah yang tersebut paling kompetitif pada dunia,” kata Musk selama panggilan telepon pendapatan Q4 Tesla pada hari Rabu, seperti dilansir dari The Drive.

“Bergantung pada tarif atau hambatan perdagangan yang mana ditetapkan, saya pikir mereka itu akan meraih kesuksesan yang mana signifikan di dalam luar China. Jika tiada ada hambatan perdagangan, merekan akan menghancurkan sebagian besar perusahaan lain di area dunia. Mereka sangat bagus.”

Musk khawatir sebab Tesla kehilangan posisinya sebagai merek dengan besar perdagangan mobil listrik tertinggi ke merek China BYD.

Tesla model X (Shutterstock)
Tesla model X (Shutterstock)

Investor’s Business Daily melaporkan bahwa BYD mencapai margin keuntungan yang lebih besar tinggi. Meskipun Tesla mencapai rekor transaksi jual beli tahunan yang dimaksud baru, namun hal ini dijalankan dengan menurunkan harga.

Hal ini menyebabkan perasaan khawatir di tempat kalangan penanam modal mengenai profitabilitas Tesla juga kemungkinan menurunnya permintaan.

Terkait hal ini, Musk mengisyaratkan bahwa Tesla mungkin saja akan memperkenalkan kendaraan tidak mahal dengan platform digital generasi berikutnya pada paruh kedua tahun 2025. 

AS kemudian China “balapan” di dalam segmen mobil listrik

BYD Bawa 3 Sistem Sekaligus Ramaikan Pasar Mobil Listrik Indonesia. (Foto: Suara.com/Manuel Jeghesta)
BYD Bawa 3 Sistem Sekaligus Ramaikan Pasar Mobil Listrik Indonesia. (Foto: Suara.com/Manuel Jeghesta)

Tesla menghadapi persaingan yang dimaksud semakin ketat dari produsen mobil lawas dari barat, namun China-lah yang tersebut paling mengkhawatirkan Musk.

Baik China maupun Amerika Serikat sudah mempercepat lapangan usaha mobil listrik mereka melalui subsidi besar-besaran. Namun, China miliki keunggulan utama yang dimaksud tak dimiliki AS: pasokan baterai.

Menurut Reuters seperti dikutipkan dari The Drive, sebuah surat yang mana dikirim oleh para senator Negeri Paman Sam untuk Departemen Tenaga menunjukkan bahwa China memproduksi 70% penyimpan daya lithium-ion dunia kemudian menguasai lebih besar dari 60% pasokan mineral baterai.

China juga memelopori sel LFP yang digunakan lebih banyak tidak mahal lalu lebih tinggi tahan lama, yang mana sekarang diadopsi oleh produsen Barat.

AS sedang berupaya untuk mengejar ketinggalan dengan ekspansi pabrik sel juga infrastruktur pemurnian lithium yang tersebut cepat.

Namun, akan memakan waktu bertahun-tahun sebelum semua prasarana ini beroperasi. Sementara itu, produsen mobil China akan terus menghadapi tantangan di mendirikan pijakan di tempat lingkungan ekonomi AS.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button