Bisnis

Mulai dari AgenBRILink hingga Inovasi Eduwisata Bawa Desa Lerep Jadi Juara 3 Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023

Kertasleces.co.id – Berlokasi pada kaki Gunung Ungaran dengan ketinggian 340-910 meter dalam menghadapi permukaan laut (mdpl) menimbulkan Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) kaya akan prospek alam.

Mulai dari flora kopi, cengkih, durian, hingga rempah-rempah bisa saja meningkat subur di tempat desa dengan luas wilayah sebesar 682,32 hektare (ha) tersebut. Desa Lerep juga miliki Curug Indrokilo lalu Embung Sebligo yang punya prospek wisata.

Sadar akan peluang yang digunakan cukup besar itu, pemerintah desa beserta warga Desa Lerep berinovasi mengembangkan prospek yang disebutkan dengan bertransformasi menjadi desa wisata.

Kepala Desa Lerep Sumariyadi bercerita, ide pengembangan desa wisata bermula dari sapi-sapi yang mana dirawat oleh warga di area kediaman masing-masing.

Karena mengakibatkan permasalahan limbah yang digunakan mengganggu lingkungan, pemerintah desa lalu rakyat berinisiatif untuk menghimpun seluruh sapi peliharaan warga di area satu lokasi kemudian menjadikannya peternakan sapi.

“Dari situ, sejumlah warga memberikan masukan untuk mengembangkan peternakan dan juga item sampingannya, seperti biogas lalu pupuk organik. Akhirnya, peternakan itu dikembangkan menjadi kampung (tematik) sapi,” ujar Sumariyadi pada waktu dihubungi Kompas.com, Kamis (11/1/2024).

Berangkat dari perubahan tersebut, Desa Lerep mengalami perkembangan menjadi desa wisata edukasi lalu ekologi. Tak cuma kampung sapi, kini, setiap dusun di dalam desa ini sudah pernah bertransformasi menjadi kampung-kampung tematik, seperti Kampung Durian, Kampung Kopi, juga Kampung Keripik.

Inovasi yang mana dijalankan Desa Lerep tak berhenti di dalam situ. Untuk semakin mengembangkan potensi, Desa Lerep kemudian mengembangkan acara Paket Eduwisata yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gerbang Lentera.

Melalui pengembangan itu, BUMDes Gerbang Lentera menawarkan pengalaman wisata edukasi yang dimaksud lengkap terhadap wisatawan, mulai dari mengunjungi Kampung Durian, belajar menyumbangkan padi, memproduksi olahan susu sapi, memproduksi kerajinan berbahan sampah, hingga mempelajari budaya setempat.

“Untuk menggalang kegiatan eduwisata itu, publik Desa Lerep juga menimbulkan homestay di dalam rumah-rumah warga sebagai tempat wisatawan bagi menginap,” kata Sumariyadi.

Di samping itu, Desa Lerep juga mengembangkan kemungkinan wisata lain. Sebut saja, wisata alam Curug Indrokilo, Wisata Embung Sebligo, wisata offroad, hingga Pasar Kuliner Jajanan Ndeso.

Pasar Kuliner Jajanan Ndeso yang dilakukan setiap Hari Minggu Pon dan juga Pahing itu tidaklah semata-mata menjadi destinasi wisata, tetapi juga menjadi wadah untuk para petani mengedarkan hasil panen kemudian sekaligus menambah nilai ekonomis dari komoditas lokal.

“Terkadang supply kemudian demand tidak ada terkendali. Ketika (hasil panen) melimpah lalu tidaklah laku, (akhirnya) dijual dengan tarif murah. Bagaimana petani bisa saja progresif kalau seperti itu? Karena itulah, kami buat pangsa kuliner,” tutur Sumaryadi.

Produk BRI untuk aktivitas ekonomi masyarakat
Guna menggalang aktivitas perekonomian masyarakat, Desa Lerep turut memanfaatkan produk-produk perbankan dari BRI.

Untuk operasi di tempat Pasar Kuliner Jajanan Ndeso, misalnya, para penjual telah lama dibekali dengan metode pembayaran nontunai, yakni QRIS BRI. Tujuannya, agar para pengunjung lingkungan ekonomi dapat dengan mudah bertransaksi tanpa perlu repot menyiapkan uang tunai.

Kemudian, pada Desa Lerep juga terdapat AgenBRILink sebagai perluasan layanan perbankan BRI. Menurut Sumariyadi, diperkenalkan AgenBRILink di area desanya turut membantu rakyat yang mana tidak ada mempunyai tabungan bank (unbanked) pada mengakses layanan perbankan.

Salah satunya adalah membantu warga yang mana bukan miliki akun untuk menerima kiriman uang dari anggota keluarga yang digunakan bekerja di dalam luar desa.

“Orang-orang tua (lansia), misalnya, yang mana ditinggal anaknya bekerja tetap memperlihatkan dapat dapat kiriman uang juga diambil di tempat AgenBRILink tanpa harus bepergian sangat ke bank pada kota,” katanya.

Tak belaka itu, AgenBRILink juga membantu berbagai aktivitas proses masyarakat, seperti mempermudah membayar beberapa orang tagihan, seperti berlangganan internet. Hal ini secara tiada secara langsung juga membantu digitalisasi keuangan pada masyarakat.

Untuk diketahui, AgenBRILink merupakan perluasan layanan perbankan BRI yang menjalin kerja identik dengan klien BRI sebagai agen. Para agen ini dapat melayani operasi perbankan bagi warga secara real-time online.

Melalui AgenBRILink, pelanggan BRI ataupun rakyat umum bisa saja mendapatkan pelayanan yang dimaksud mirip seperti hal dalam unit kerja BRI, mulai dari transaksi uang, setor tunai, tarik tunai, pembayaran tagihan kemudian cicilan, hingga setoran pinjaman.

Berbagai pembaharuan serta upaya pengembangan ekonomi desa itu pun membuahkan hasil. Desa Lerep berhasil meraih Juara 3 pada turnamen Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023 pada Rabu (10/1/2024).

Sumaryadi mengatakan, penghargaan yang disebutkan menjadi kebanggaan tersendiri bagi rakyat Desa Lerep. Ia menjelaskan, hadiah yang dimaksud diterima di turnamen Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023 akan digunakan untuk pengembangan desa, khususnya destinasi wisata.

“Mungkin kami akan memulai pembangunan camping ground dalam kawasan Embung Sebligo. Untuk itu, kami juga berharap, BRI terus memberikan pendampingan di prosesnya agar destinasi wisata baru ini dapat berkelanjutan,” paparnya.

Dengan meningkatkan peluang desa agar lebih besar progresif dan juga kreatif dalam masa depan, penduduk desa pada mana pun di dalam Indonesia berkesempatan mengikuti jejak desa-desa yang mana menjadi pemenang Inisiatif Desa BRILiaN.

Raih kesempatan jadi Desa BRILiaN tahun berikutnya dengan mengunjungi atau menghubungi Kantor BRI Unit dan juga Mantri BRI Unit terdekat yang digunakan akan membantu pendaftaran.

Yuk, jadikan desamu sebagai salah satu Desa BRILiaN.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button