Bisnis

OJK Sebut Masih Ada 1 Organisasi Pinjol yang dimaksud Masih Bandel Terapkan Bunga Tinggi

Kertasleces.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat masih ada perusahan fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman online (pinjol) yang tersebut membandel oleh sebab itu belum turunkan suku bunga. Tercatat masih 1 perusahaan pinjol yang tersebut masih menerapkan bunga tinggi.

Padahal, aturan batas bunga pinjol kemudian denda baru sudah pernah berlaku sejak 1 Januari 2024.

“Sudah turun (perusahaan yang mana terapkan bunga tinggi). Sudah kemaren tinggal satu (perusahaan pinjol),” ujarKepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Korporasi Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro lalu Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, pada Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (23/1/2034).

Baca Juga: Perusahaan Fintech Indonesia Tumbang, Xendit PHK Karyawan

Aturan yang dimaksud mengatur batas maksimum bunga dan juga denda pendanaan konsumtif turun secara bertahap dari 0,4% menjadi 0,3% per hari pada 2024, 0,2% per hari pada 2025, juga 0,1% per hari pada 2026.

Untuk pendanaan produktif, penetapan bunga dan juga denda maksimal di dalam bilangan 0,1% per hari di tempat 2024 dan juga 0,067% per hari di tempat 2026.

OJK sebelumnya mencatatkan terdapat 13 pelaksana P2P lending yang masih melampaui batas bunga kemudian denda maksimum pada periode 1-4 Januari 2024.

Saat ini, OJK sedang melakukan klarifikasi terhadap 13 pengurus pinjol tersebut. Jika terbukti melanggar, OJK akan mengenakan sanksi administratif sesuai ketentuan yang berlaku.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button