Bisnis

Pajak Sepeda Motor Listrik vs Motor BBM, Selisihnya Bikin Melongo!

Kertasleces.co.id – otoritas terus mengupayakan peralihan kendaraan BBM menuju kendaraan listrik, termasuk kendaraan beroda dua motor. eksekutif menerapkan perhitungan pajak yang berbeda antara kendaraan beroda dua motor listrik vs kendaraan beroda dua motor BBM. Perbandingan perhitungan pajak kedua jenis kendaraan ini pun cukup jauh. Berikut rincian perhitungannya. 

Biaya Pajak Motor Listrik

Biaya pajak motor listrik dikenakan sebesar dua persen dari nilai jual motor listrik tersebut. Kuantitas ini ditambahkan dengan biaya Sumbangan Wjib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). 

Nilai SWDKLLJ untuk motor listrik merujuk pada Peraturan Menteri No.36 tahun 2008 tentang Besaran Santunan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Kendaraan Golongan C1 dengan daya 50 cc – 250 cc dikenai biaya Rupiah 35.000. Sementara kendaraan Golongan C2 di dalam menghadapi 250 CC dikenai biaya Rp83.000.

Peraturan lain mengenai pajak motor listrik juga tertuang di Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 1 Tahun 2021 tentang Perhitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) kemudian Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor.

Pasal 10 ayat 1 menyebutkan pengenaan PKB untuk kendaraan berbasis elemen penyimpan daya untuk orang atau barang ditetapkan paling tinggi sebesar 10 persen dari dasar pengenaan PKB.

Sementara Pasal 10 ayat 2 menyatakan pengenaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) kendaraan listrik berbasis sel untuk orang atau barang ditetapkan paling tinggi 10 persen dari pengenaan BBNKB.

Terakhir, Pasal 10 ayat 3 menyatakan pengenaan PKB dan juga BBNKB kendaraan listrik berbasis elemen penyimpan daya untuk orang atau barang sebagaimana dimaksud pada ayat 1 lalu 2 merupakan intensif yang mana diberikan oleh Gubernur.

Biaya Pajak Motor BBM

Sementara itu, perhitungan biaya pajak motor BBM didasarkan pada nilai jual kendaraan bermotor dan juga bobot yang mencerminkan secara relatif tingkat kecacatan jalan dan/atau pencemaran lingkungan akibat pengunaan kendaraan bermotor. Skor pajak juga didasarkan pada SWDKLLJ dengan nilai Rp143.000 untuk mobil kemudian Rp35.000 untuk motor. 

Sebagai contoh kendaraan beroda dua motor Ninja 250SL dengan Skor Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Rp. 32.800.000 (Kepemilikan Kedua, dengan Bobot Koefisien = 1). Kemudian hitung nilai pajak untuk jenis kendaraan tersebut.

Kemudian cara hitungnya dikenakan tarif pajak progresif oleh sebab itu kepemilikan kedua. Jadi pajak kendaraan bermotor 2.5% x 1 x 32.800.000 = 820.000 ditambah SWDKLLJ = 35.000. Maka total yang dimaksud harus dibayar pemilik kendaraan adalah Rp855.000.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button