Nasional

Ponsel Lipat Casing Pikachu Milik Gibran yang Sempat Viral Ternyata Rusak, Siapa Pelakunya?

Kertasleces.co.id – Beberapa waktu lalu, cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka sempat bikin popular lantaran memiliki ponsel merk Samsung flip dengan casing karakter kartu Pokemon.

Gibran diketahui gunakan hp Samsung Flip dengan casing Pokemon yang dimaksud pasca menyebar video singkat yang mana diunggah akun Youtube Berita Surakarta pada 10 Februari 2023.

Tampak pada video singkat itu, Gibran menyebabkan ponsel lipat itu dengan casing Pokemon dengan warna ikterus cerah. Tentu belaka ponsel milik Gibran itu pun jadi sorotan juga menarik perhatian publik.

Baca Juga:

  • Dianggap Receh Mahfud MD, Bos PT. Sritex Akui Greenflation Sangat Penting: Terima Kasih Mas Gibran
  • Biodata serta Pendidikan Cucu Luhut yang Soroti Omongan Tom Lembong Jelekin Pemerintah
  • Balas Serangan Luhut, Tom Lembong Sebut Luhut dan juga Bahlil Pasukan Pemadam Kebakaran
  • Pengacara Minta Penahanan Siskaeee Ditangguhkan oleh sebab itu Alami Gangguan Jiwa: Tangannya Banyak Bekas Sayatan

Kekinian Gibran sudah ada tak lagi menghadirkan ponsel lipat tersebut? Bagaimana nasib hp flip itu sekarang?

Salah satu akun Tiktok @tokobesi_rijekjaya sempat unggah video yang dimaksud memperlihatkan Gibran memberi tahu kondisi ponsel lipatnya itu.

Pada video 01:11 detik tersebut, awalnya Gibran didesak oleh awak media untuk memberikan ucapan HUT untuk Pemkot Solo.

“Mas Gibran vs wartawan, cuma wartawan ini yg berani maksa walikotanya,” tulis judul video tersebut.

Di potongan video selanjutnya, Gibran tampak berada di area pada mobil, ia pun ditanya oleh awak media.

“Samsung flip-nya kok udah nggak kelihatan lagi?” tanya salah satu awak media seperti dilihat dari video, Hari Sabtu (27/1).

Gibran pun lantas menjawab singkat, “rusak,” ucap Gibran sambil senyum kecut.

Gibran Sapa Warga Bali

Cawapres Gibran Rakabuming Raka pada hari ini, Hari Sabtu (27/1) bersatu sang istri Selvi Ananda sedang berada di tempat Bali. Gibran pada kunjungannya menikmati wisata kebugaran berbentuk pembacaan kemampuan fisik berdasarkan kearifan lokal sambil minum jamu.

“Iya, wellness tourism (wisata kebugaran) untuk healing saja, minum semacam jamu kelor begitu, seperti di tempat Solo juga ada,” kata Gibran dalam Pantai Mertasari, Denpasar, Bali

Gibran tiba pada lokasi acara sekitar pukul 08.00 Wita bersatu dengan istrinya, Selvi Ananda, kemudian beberapa pengurus Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.

Kehadiran putra sulung Presiden Joko Widodo itu disambut oleh ribuan masyarakat. Sepanjang berjalan menyusuri Pantai Mertasari, Gibran memperhatikan kondisi kebersihan pantai dan juga berhenti pada sebuah balai di dalam berhadapan dengan bebatuan pemecah ombak.

Kemudian, Gibran duduk sama-sama pendiri Museum Kehidupan Samsara Ida Bagus Agung Gunarthawa untuk mendengarkan penjelasan.

Gibran sendiri pun mengakui sejak dua pekan lalu banyak mendengar masukan dari kelompok penggiat spa dan juga wellness di area Bali pasca munculnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 yang digunakan memasukkan mereka itu pada kelompok hiburan dengan pajak melambung.

“Ya, dari kemarin di malam hari sudah ada dibahas. Masukannya telah kami terima dari dua pekan lalu. Di di tempat ini telah cukup bersih, nanti tinggal pemeliharaan hanya dan juga kesadaran,” katanya.

Mulai 14 Februari 2024, Bali akan memberlakukan pungutan bagi wisatawan mancanegara. Terkait pemanfaatan uang yang disebutkan untuk mengurus kebersihan, Gibran mengaku setuju dan juga menilai warga Pulau Dewata lebih banyak paham terkait hal itu.

Sementara itu, Ida Bagus Agung Gunarthawa selama sekitar satu jam menyajikan salah satu bentuk wisata kebugaran dengan membacakan kakawin atau penuturan Mahabharata pada bagian Adi Parwa.

Selanjutnya, ia mencoba mengawasi kondisi kondisi tubuh untuk menentukan resep pada jamu. Cara pembacaan itu mengambil literasi lokal Bali seperti Usada juga Ayurweda dibantu perhitungan berdasarkan kelahiran.

“Misalnya, kita kelahirannya apa, maka vegetasi apa yang mana cocok untuk buat jamu atau loloh pada Bahasa Bali, apakah menggunakan pegagan atau kayu manis,” kata Ida Bagus.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button