Lifestyle

Santer Isu ‘Khianati’ Kabinet Jokowi, Memang Sri Mulyani dari Partai Mana?

Kertasleces.co.id – Akhir masa jabatan pada Kabinet Indonesia Maju Joko Widodo rupanya tiada menjamin kondisi pada dalamnya tentram. Sebalikya, beberapa waktu belakangan justru dikabarkan bahwa beberapa jumlah menteri akan mengundurkan diri, termasuk Sri Mulyani.

Dari sini, cukup berbagai yang dimaksud bertanya-tanya partai mana yang dimaksud mengusung Sri Mulyani sebagai menteri keuangan?

Sri Mulyani partai mana?

Sejak menjabat sebagai Menteri Keuangan pada 2016 lalu, Sri Mulyani diketahui tidaklah berada di dalam bawah naungan partai manapun, alias independen.

Sejauh ini, ia juga bukan menunjukkan dukungannya terhadap capres maupun partai tertentu, kemungkinan besar mengingat dirinya yang mana merupakan menteri sehingga berjuang bersikap netral.

Kabar mundur Sri Mulyani

Bersama beberapa nama lainnya, seperti Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan juga Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, nama Sri Mulyani juga santer dibicarakan sebagai salah satu dari 15 menteri yang tersebut akan mundur pada akhir masa kerjanya dengan Kabinet Indonesia Maju pimpinan Joko Widodo.

Namun, sampai ketika ini belum ada konfirmasi dari wanita kelahiran 26 Agustus 1962 ini. Satu nama yang sudah ada mengonfirmasi bahwa dirinya akan mundur dari kabinet adalah Menteri Koordinator Sektor Politik, Hukum, lalu Keselamatan (Menkopolhukam) sekaligus calon duta presiden (cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD.

Luhut Binsar Pandjaitan selaki Menteri Koordinator Lingkup Kemaritiman kemudian Pengembangan Usaha pun menyanggah bahwa Ibu Ani (Sri Mulyani) belum memberikan kabar bahwa dirinya akan mundur.

“Enggak ada (Sri Mulyani mundur), saya masih ketemu baik kok” tutur Luhut beberapa waktu lalu pada waktu ditanya terkait kabar yang digunakan beredar.

Kabar mundurnya Sri Mulyani ini pertama kali diketahui dari ekonom senior UI, Faisal Basri. Dalam kesempatan yang sama, Faisal Basri menjelaskan bahwa alasan keinginan Sri Mulyani mundur adalah banyak mega proyek dan juga utang pemerintah.

“Secara moral, saya dengan Bu Sri Mulyani paling siap mundur. Pramono Anung (sekretaris kabinet) sudah ada gagap. Kan PDI (PDI Perjuangan) belain Jokowi ters, pusing,” ujar Faisal di Political Economic Outlook 2024 dalam Tebet beberapa waktu lalu.

Menurut Faisal, faktor lain seperti keberpihakan Jokowi pada calon presiden serta calon presiden nomor urut dua juga mungkin saja menjadi salah satu alasan penguat.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button