Lifestyle

Sosok Yusril Ihza Mahendra ‘Saingan’ Tom Lembong, Tulis Lebih dari 500 Pidato untuk 3 Presiden

Kertasleces.co.id – Kiprah Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong menuliskan beberapa orang pidato ikonik untuk Presiden Joko Widodo sedang banyak diperbincangkan beberapa waktu belakangan.

Namun selain Tom Lembong, ada pula sosok Yusril Ihza Mahendra yang mana punya rekam jejak mentereng sebagai penulis pidato presiden. Bahkan Yusril telah menuliskan banyak pidato sepanjang bekerja untuk tiga presiden, yakni Soeharto, BJ Habibie, lalu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Pengalaman saya menulis pidato presiden bukan belaka (untuk) Pak Harto. Pidato Pak Harto yang dimaksud saya buat sekitar 86, pidato Pak Habibie sekitar 100-an, kemudian pidato Pak Susilo Bambang Yudhoyono itu hampir 400 saya buat,” tuturnya, diambil dari kanal YouTube Yusril DotTV pada Hari Sabtu (27/1/2024).

Lantas siapa sebenarnya Yusril Ihza Mahendra hingga mendapat kepercayaan menuliskan beratus-ratus naskah pidato untuk presiden?

Profil Yusril Ihza Mahendra

Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra tiba di area lokasi pemberitahuan dukungan Prabowo Subianto yang mana dijalankan PSI di area DKI Jakarta Theater, Selasa (24/10/2023). [Suara.com/Novian]
Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra tiba di dalam lokasi pemberitahuan dukungan Prabowo Subianto yang dimaksud dijalankan PSI pada DKI Jakarta Theater, Selasa (24/10/2023). [Suara.com/Novian]

Prof. Dr. H. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., adalah pribadi politisi, advokat, akademisi, sekaligus pakar hukum tata negara kelahiran Belitung Timur, 5 Februari 1956. Yusril adalah anak ke-6 dari 11 dari pasangan Idris bin Haji Zainal Abidin serta Nursiha binti Jama Sandon.

Memasuki usianya yang mana ke-67 tahun, Yusril merupakan salah satu tokoh umum yang digunakan bergabung di area banyak kabinet pemerintahan. Hal ini tentu sejalan dengan pendidikannya yang dimaksud mendalami bidang hukum.

Yusril menamatkan institusi belajar menengahnya pada SMA Perguruan Islam Belitung sebelum melanjutkan ke jenjang S1 Bidang Studi Hukum Tata Negara pada Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Selain itu, Yusril juga berkuliah di tempat S1 Pengetahuan Filsafat UI. Area filsafat ini bahkan terus ditekuninya hingga jenjang S3 di area almamater yang dimaksud sama.

Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra. [Suara.com/Yaumal]
Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra. [Suara.com/Yaumal]

Yusril juga pernah mengikuti kegiatan pascasarjana bidang filsafat di dalam Graduate School of Humanities and Social Sciences, University of Punjab di tempat Lahore, Pakistan. Yusril kemudian menerima peringkat Doctor of Philosophy di Pengetahuan Politik dari Universiti Sains Negara Malaysia dalam Penang, Malaya pada tahun 1993.

Perjalanan pendidikannya tak berhenti sampai dalam situ. Sebab pada tahun 1998, Yusril dikukuhkan menjadi Guru Besar bidang Hukum Tata Negara oleh Universitas Indonesia. Yusril kala itu membacakan pidato pengukuhan bertajuk “Politik juga Perubahan Tafsir Konstitusi”.

Yusril memulai kariernya dalam bidang akademik sebagai pengajar FH UI. Lalu setelahnya Yusril mulai ditarik untuk bekerja dalam pemerintahan, yakni diawali dengan bergabung dalam Kementerian Sekretaris Negara yang digunakan kala itu dipimpin oleh Moerdiono.  Di sanalah Yusril mulai bertugas menuliskan naskah pidato untuk Soeharto, termasuk pidato pengunduran dirinya pada tahun 1998.

Ahli Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra. (Suara.com/M Yasir)
Ahli Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra. (Suara.com/M Yasir)

Yusril kemudian melanjutkan pekerjaannya di dalam era pemerintahan BJ Habibie. Lalu di dalam era pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yusril ditunjuk untuk menjadi Menteri Hukum juga Perundang-undangan periode 1999-2001.

Yusril tetap saja bekerja di dalam kabinet selepas Megawati Soekarnoputri naik menjadi presiden, yakni menjabat sebagai Menteri Hukum juga HAM periode 2001-2004. Setelah itu, SBY melantiknya menjadi Menteri Sekretaris Negara periode 2004-2007 dan juga kembali bertanggung jawab menuliskan naskah pidato presiden.

Yusril juga dikenal terlibat berorganisasi sejak masih muda. Hingga kemudian Yusril ditunjuk menjadi Ketua Umum Partai Periode Bintang (PBB) ketika partai itu baru berdiri pada 17 April 1998. Sempat turun dari jabatan tersebut, Yusril lalu kembali menjadi Ketum PBB pada 26 April 2015 serta masih menjabat hingga sekarang.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button