Nasional

Status Tersangka Eddy Hiariej Gugur, Kubu Helmut Hermawan Minta KPK Hentikan Penyidikan Kasus Korupsinya

Kertasleces.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi diminta menghentikan penyidikan terhadap Direktur PT Citra Lampia Mandiri, Helmut Hermawan menghadapi dugaan suap untuk mantan Wakil Menteri Hukum juga Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej.

Kuasa Hukum Helmut Hermawan, Resmen Kadapi menilai putusan Pengadilan Negeri Ibukota Selatan yang menggugurkan status terperiksa KPK untuk Eddy Hiariej, seharusnya sejalan dengan kliennya.

Menurut Resmen, alat bukti yang dimaksud dimiliki KPK untuk menjerat Helmut sejenis seperti bukti terhadap eks Wamenkumham serta terdakwa lainnya, Yogi Arie Rumana lalu Yosi Andika Mulyadi.

“Karena gugatan Pak Eddy secara mutatis juga mutadis ini berlaku dengan Pak Helmut, kenapa berlaku? dikarenakan persoalan Helmut dengan Eddy, Yogi kemudian Yosi satu rumpun, satu rangkaian,” kata Resmen pada konferensi pers dalam Kawasan Tebet, DKI Jakarta Selatan, hari terakhir pekan (2/2/2024).

“Bahwa alat bukti yang digunakan digunakan untuk menetapkan pak Eddy sebagai dituduh itu bukan sah kemudian prosedur pada menetapkan terperiksa juga cacat hukum, artinya secara mutatis lalu mutandis ini berlaku terhadap klien kami,” tambahnya.

Resmen menjelaskan, proses penyidikan perkara dugaan suap dalam lingkungan Kementerian Hukum juga HAM dikenakan dengan Pasal 5 lalu Pasal 12 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Pasal 12 sebagai penerima suap disangkakan tehadap Eddy Hiariej. Namun, pada proses praperadilan dinyatakan tak sah.

Sementara Helmut dipersangkakan dengan Pasal 5 sebagai orang yang dimaksud memberikan suap.

“Kalau Pasal 12 ini gugur, terus Pasal 5 ini nyuap siapa?” ucapnya.

Sebelumnya, Helmut sudah pernah menggugat KPK ke PN DKI Jakarta Selatan lantaran tidaklah terima ditetapkan sebagai terperiksa suap terhadap Eddy Hiariej.

Gugatan perdana yang mana teregister dengan nomor perkara 19/Pid. Prap/2024/PN.JKT.SEL itu akan datang dilakukan pada, Mulai Pekan (5/2) mendatang.

Eddy juga Helmut ditetapkan KPK sebagai dituduh tindakan hukum dugaan suap dan juga gratifikasi pada lingkungan Kemenkumham pada 7 Desember 2023 silam.

Namun, status terperiksa terhadap Eddy telah lama gugur usai menang pada waktu praperadilan pada PN DKI Jakarta Selatan, Selasa (30/1) lalu.

Dalam perkara ini, Eddy diduga sudah pernah menerima uang sebesar Rp8 miliar dari Direktur Utama PT Citra Lampia Mandiri (CLM) Helmut Hermawan.

Eddy diduga sudah pernah membantu Helmut ketika hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT CLM terblokir di sistem administrasi badan hukum (SABH).

Pemblokiran itu dijalankan setelahnya adanya sengketa di area internal PT CLM. Berkat bantuan lalu berhadapan dengan kewenangan Eddy selaku Wamenkumham, pemblokiran itu pun dibuka.

Selain Eddy kemudian Helmut, KPK juga menjerat Asisten Pribadi (Aspri) Eddy Hiariej, Yogi Arie Rukmana juga pribadi pengacara Yosi Andika Mulyadi menjadi tersangka.

Perkara yang menjerat Eddy ini sendiri bermula dari laporan Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso terkait dugaan penerimaan gratifikasi Simbol Rupiah 7 miliar pada 14 Maret 2023 silam.

Dalam laporannya, Wddy diduga menerima gratifikasi sebesar Rp7 miliar dari Helmut Hermawan yang tersebut memohonkan konsultasi hukum.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button