Otomotif

Suzuki Tanggapi Ramainya Pendatang Baru Asal China

Kertasleces.co.id – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menegaskan masih percaya diri walaupun bidang otomotif Tanah Air banyak kedatangan merek pendatang baru.

Disampaikan 4W Marketing Director PT SIS, Harold Donnel, Suzuki memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan para pendatang baru.

“Kami yakin suzuki masih mempunyai keunggulan. Salah satunya adalah tak tergantung infrastruktur,” ujar Harold Donnel, di dalam Jakarta, Rabu (24/1/2024).

Lebih lanjut, dikatakan Harold, Suzuki mempunyai jaringan purna jual yang mana telah tersebar dalam seluruh Indonesia.

Tapi semakin sejumlah merek otomotif yang masuk, maka konsumen juga akan semakin terdukasi merek mana yang digunakan memang sebenarnya miliki kualitas.

“Semakin berbagai brand akan memberikan keuntungan buat konsumen, kita akan lebih besar terdukasi. Akhirnya bisa jadi secara bijak memilih komoditas mana yang dimaksud paling bagus,” pungkasnya.

Diketahui sektor otomotif Indonesia pada beberapa tahun terakhir sejumlah diramaikan pendatang baru dengan syarat China.

Sebut sekadar merek otomotif seperti Wuling, DFSK kemudian Chery yang tersebut mulai mendapatkan tempat di tempat hati konsumen dengan produk-produk yang ditawarkan.

Sedangkan dalam segmen mobil listrik, terdapat merek otomotif jika China lainnya seperti Neta, VinFast, kemudian BYD. 

Penjualan Suzuki

Suzuki menyembunyikan tahun 2023 dengan total pelanggan retail sebanyak 82.224 unit atau turun dari tahun sebelumnya yang digunakan mencapai 89.067 unit.

Meski mengalami penurunan, disampaikan Public Relations Head PT SIS, Zulfikar Rafi Al Ghany, jualan mobil baru Suzuki mulai mengalami pergeseran.

“Roda empat untuk transaksi jual beli retail 2023 82.224 unit. Ada yang digunakan menarik, dari total transaksi jual beli mobil baru, 36 persen ditopang model hybrid,” kata Zulfikar Rafi Al Ghany.

Suzuki sendiri ketika ini memasarkan beberapa model hybrid seperti Suzuki XL7, Ertiga, dan juga Grand Vitara.

Tercatat Suzuki XL7 menjadi model yang digunakan berkontribusi paling besar, yakni 47 persen. Sedangkan Ertiga 43 persen juga Grand Vitara 10 persen.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button