Otomotif

Tak Cuma Indonesia, Transisi ke Mobil Listrik di dalam Negeri Paman Sam Juga Tak Mulus, Biden Terdesak

Kertasleces.co.id – Sekitar 4.700 dealer di dalam seluruh 50 negara bagian telah terjadi menulis surat kedua untuk Presiden Joe Biden, mendesaknya untuk menghentikan “Mandat Kendaraan Listrik” yang tersebut diusulkan. Para dealer berargumen bahwa infrastruktur belum siap untuk masa depan yang mana sepenuhnya listrik.

Dilansir dari Carscoops, pada November 2023, 3.882 dealer mengirim surat untuk Biden lalu pemerintahannya. Namun, dia bukan menerima tanggapan.

Sekarang, sekelompok dealer yang lebih lanjut besar telah dilakukan menyatakan penentangan merekan terhadap Mandat Kendaraan Listrik yang mana diusulkan, yang digunakan merekan gambarkan sebagai ‘sama sekali tidak ada realistis’.

Kekhawatiran utama dia adalah standar emisi kendaraan yang tersebut diusulkan EPA untuk mobil serta truk ringan model tahun 2027 hingga 2032, yang digunakan akan dikonfirmasi secara resmi pada Maret 2024.

Proposal ini bertujuan untuk mencapai 60% pangsa lingkungan ekonomi untuk perdagangan kendaraan listrik elemen penyimpan daya baru di area Negeri Paman Sam pada model tahun 2030. Target ini akan meningkat menjadi 67% pada tahun 2032.

Tidak seperti Eropa, dalam mana undang-undang diperkirakan akan melarang jualan kendaraan bertenaga gas kemudian diesel baru mulai tahun 2035, pendekatan ini dianggap tiada terlalu ketat.

Mobil listrik Tesla Model Y (kiri) dan juga Tesla Model 3 (kanan) diresmikan di acara peluncuran resmi Tesla di dalam Bangkok, Thailand, Rabu (7/12/2022). [Lillian SUWANRUMPHA/AFP]
Mobil listrik Tesla Model Y (kiri) serta Tesla Model 3 (kanan) diresmikan pada acara peluncuran resmi Tesla di tempat Bangkok, Thailand, Rabu (7/12/2022). [Lillian SUWANRUMPHA/AFP]

Surat yang tersebut ditandatangani oleh hampir 5.000 dealer ini memunculkan beberapa kegelisahan tentang kepemilikan kendaraan listrik (EV). Mereka menyalahkan mahalnya biaya EV, mencatatkan data bahwa berbagai yang tersebut ketika ini bukan memenuhi ketentuan untuk mendapatkan kredit pajak.

Selain itu, mereka menyatakan keberatan tentang kepraktisan EV yang mana terbatas di kondisi cuaca dingin lalu menggambarkan jaringan pengisian daya rakyat sebagai ‘sangat tidaklah memadai’ bagi merek yang tersebut tidak ada dapat mengisi daya dalam rumah.

Akhirnya, para dealer menyarankan untuk mengawaitu rantai pasokan elemen penyimpan daya matang di dalam luar kendali China sebelum sepenuhnya merangkul masa depan kendaraan listrik.

Koalisi yang digunakan dipimpin oleh Mickey Anderson, direktur utama Baxter Auto Group, mencakup 20 dealer yang mana mewakili merek Ford, Honda, Toyota, lalu VW dalam Nebraska, Kansas, serta Colorado.

Anderson berbicara terhadap Auto News kemudian menyatakan bahwa jikalau produsen mempunyai kebebasan untuk memproduksi kendaraan yang mana sesuai dengan preferensi pelanggan ketika ini, maka akan ada permintaan yang digunakan sangat jauh tambahan tinggi untuk plug-in EV serta hibrida.

Demikian pula, National Automobile Dealers Association (NADA) telah dilakukan mengkritisi proposal EPA, dengan menyatakan bahwa proposal yang disebutkan berprogres terlalu cepat serta terlalu cepat.

Jonathan Collegio, Wakil Presiden Senior Urusan Publik dalam NADA, menekankan pentingnya regulator mengambil pendekatan yang lebih lanjut praktis dan juga ramah konsumen untuk adopsi kendaraan listrik.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button