Otomotif

Tak Cuma Skandal Diesel, Toyota Juga Kena Tantangan Airbag, Ini adalah 5 Faktanya

Kertasleces.co.id – Toyota baru-baru ini terkena skandal diesel, menyusul dengan kecurangan pengujian mesin pada beberapa kendaraan penenggak solar.

Namun rupanya tak cuma itu, pabrikan mobil Negeri Matahari Terbit ini juga dilanda permasalahan keamanan kendaraan di tempat belahan dunia lain.

Menurut laporan Fox Business, Toyota Negeri Paman Sam sempat mengeluarkan peringatan serius serius untuk pemilik 50.000 kendaraan pada akhir Januari 2024 untuk bukan mengemudi dikarenakan kesulitan airbag yang dapat menyebabkan “cedera kritis atau kematian.”

1. Peringatan “Jangan Mengemudi”

Toyota mengeluarkan peringatan keras “jangan mengemudi” terhadap pemilik kendaraan terpengaruh lantaran hambatan airbag yang dimaksud “terlibat pada recall airbag Takata.”

2. Risiko Cidera Serius atau Kematian

Pemilik kendaraan terpengaruh dapat menghadapi risiko cedera penting atau kematian apabila airbag terpasang oleh sebab itu adanya bagian yang dimaksud “lebih mungkin saja meledak lalu mengurangi pecahan logam tajam.”

3. Model Kendaraan yang tersebut Terpengaruh

Peringatan ini mencakup sebagian model Corolla serta Corolla Matrix tahun 2003-2004, dan juga kendaraan RAV4 dari tahun 2004-2005 yang digunakan dilengkapi dengan inflator airbag Takata.

4. Jumlah Recall juga Dampaknya

Masalah keselamatan dengan inflator airbag Takata sudah pernah mempengaruhi berbagai produsen otomotif. Di AS, jumlah total inflator airbag Takata yang dimaksud dipanggil kembali mencapai sekitar 67 jt unit, dengan ribuan tindakan hukum cedera lalu kematian.

5. Reparasi Gratis

Toyota menekankan bahwa pemilik kendaraan yang dimaksud terpengaruh tidak ada boleh mengemudikan kendaraan mereka itu sampai perbaikan recall keselamatan gratis dilakukan. Langkah ini diambil untuk meyakinkan keselamatan pengemudi dan juga penumpang.

Perhatian kritis Toyota terhadap hambatan ini menegaskan pentingnya keselamatan pengguna jalan raya. Dengan mengambil langkah-langkah preventif seperti recall ini, diharapkan risiko cedera atau kecelakaan serius dapat diminimalkan.

Related Articles

Back to top button