Nasional

Tangani Laporan IPW perihal Dugaan Gratifikasi Ganjar, KPK Tak Lihat Unsur Politis: Apakah Ini adalah Merah atau Kuning!

Kertasleces.co.id – Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) meyakinkan akan menindaklanjuti laporan Indonesia Police Watch (IPW) terkait dugaan gratifikasi yang digunakan menyeret nama mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dalam tindakan hukum ini juga diduga melibatkan mantan Direktur Utama Bank Jateng berinisial S.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menegaskan langkah lanjut laporan itu tidak ada akan terpengaruh oleh unsur politis. Sebagaimana diketahui Ganjar merupakan calon presiden nomor urut tiga yang dimaksud diusung PDIP.

“Kalau kami itu kan enggak pernah melihat, apakah ini ada unsur politisnya atau enggak. Apakah ini warnanya merah, kuning, hijau, abu-abu saya enggak lihat seperti itu,” kata Alex ditemui wartawan di area gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (6/4/2024).

Hal itu juga menurutnya berlaku pada pusat pengaduan publik yang dimaksud menerima laporan IPW terkait Ganjar.

“Dan saya yakin staf kami dalam bawah pun enggak peduli itu kan, warna dari orang itu apa,” tegas Alex.

Sejauh ini laporan itu masih berproses di dalam bagian pengaduan publik KPK.

“Nanti Dumas yang dimaksud akan melakukan telaahan, kekayaan informasi dengan berbagai sumber, klarifikasi, kemudian dibahas dengan Satgas Penyelidikan,” jelas Alex.

Laporan IPW

Laporan yang disebutkan sebelumnya disampaikan Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso ke KPK pada Selasa (5/2/2024). Sugeng menjelaskan dugaan korupsi yang dimaksud dalam bentuk gratifikasi yang tersebut berasal dari perusahaan asuransi yang mana berkaitan dengan Bank Jateng.

“Dugaan penerimaan gratifikasi serta atau suap yang digunakan diterima oleh direksi Bank Jateng dari perusahaan-perusahaan asuransi yang mana memberikan pertangunggan jaminan kredit terhadap kreditur bank jateng. Jadi istilahnya ada cashback,” ujarnya.

Jumlah cashback itu, dikatakan Sugeng, berkisar 16 persen dari nilai premi. Jumlah itu selanjutnya dialokasikan ke tiga pihak.

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso ketika dipanggil MKD DPR. (Suara.com/Novian)
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso ketika dipanggil MKD DPR. (Suara.com/Novian)

“Lima persen untuk operasional Bank Jateng, baik pusat maupun daerah. (Sebanyak) 5,5 persen untuk pemegang saham Bank Jateng yang tersebut terdiri dari pemerintah wilayah atau kepala-kepala daerah. Yang 5,5 persen diberikan terhadap pemegang saham pengendali Bank Jateng, yang diduga adalah kepala tempat Jawa Tengah dengan inisial GP,” paparnya.

Disebutnya dugaan penerimaan gratifikasi yang disebutkan berlangsung sejak 2014 sampai dengan 2023.

“Jumlahnya besar loh, kalau dijumlahkan semua kemungkinan besar lebih besar dari Mata Uang Rupiah 100 miliar untuk yang mana 5,5 persen itu. Karena itu bukan dilaporkan ini mampu diduga aktivitas pidana,” kata Sugeng.

Bantahan Ganjar

Terkait ini, Calon Presiden nomor urut 2 Ganjar Pranowo telah menerbitkan suara.

Ganjar yang dimaksud merupakan politikus PDIP ini dengan tegas membantah lalu mengaku tidaklah pernah menerima gratifikasi seperti tuduhan yang digunakan dilayangkan Indonesia Police Watch (IPW).

“Saya tidaklah pernah menerima pemberian atau gratifikasi dari yang dimaksud ia (IPW) tuduhkan,” ucap Ganjar ketika dikonfirmasi, Selasa (5/3/2024).

Related Articles

Back to top button