Bisnis

Terpidana Korupsi Mardani Maming Diduga Plesiran, KPK: Tindak Tegas Beri Efek Jera

Kertasleces.co.id – Terpidana tindakan hukum korupsi izin perniagaan pertambangan (IUP) Mardani Maming diduga melakukan plesiran dengan sarana mewah dari Banjarmasin, Kalimatan Selatan (Kalsel) menuju Surabaya, Jawa Timur.

Terlihat dari gambar CCTV pada Airport Juanda Surabaya yang beredar, Mardani Maming melenggang tanpa diborgol lalu pengawalan juga dijemput dengan mobil mewah Toyota Alphard.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memohonkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan juga HAM (Kemenkumham) dapat bertindak menghadapi dugaan pelesiran dengan sarana mewah yang dimaksud dilaksanakan terpidana perkara korupsi izin bisnis pertambangan (IUP) Mardani Maming.

“Dari informasi yang dimaksud beredar di area publik terkait terpidana korupsi Sdr. Mardani Maming yang digunakan melakukan aktivitas dalam luar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), KPK berharap hal itu segera ditindaklanjuti oleh Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham sebagai pihak yang tersebut punya kewenangan,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, Selasa,(20/2/2024).

Ali menjelaskan, aktivitas warga binaan di tempat luar Lapas semestinya harus seizin petugas Lapas. Sehingga harus memenuhi ketentuan dalam antaranya untuk keinginan proses hukum, pemeriksaan kesehatan, atau alasan penting lainnya.

“Sebagai warga binaan tentunya juga harus taat kemudian patuh terhadap ketentuan juga prosedur di dalam Lapas, sebagai bagian dari proses pembinaan sekaligus efek jera menghadapi perbuatan yang tersebut telah dilakukan dilakukannya. Terlebih langkah pidana korupsi merupakan salah satu extra ordinary crime,” tegas Ali.

Ali mengutarakan, kajian yang digunakan dilaksanakan KPK menemukan tingginya risiko korupsi di pengelolaan Lapas. Pasalnya, KPK juga pernah melakukan kegiatan tangkap tangan suap di area Lapas Sukamiskin.

Tak terkecuali pengelolaan dalam Rutan Unit KPK, yang juga menemukan dugaan pungli/gratifikasi. Lembaga antirasuah memastikan, tak akan tinggal diam apabila menemukan kejanggalan.

Juru bicara KPK bidang penindakan itu menekankan, tingginya risiko korupsi pada pengelolaan Rutan harusnya menjadi perinhatan bagi Ditjen Pas Kemenkumham untuk melakukan perbaikan tata kelolanya. Hal itu penting, agar celah-celah terjadinya korupsi sanggup ditutup.

“Dalam kesempatan ini, KPK kembali meminta warga apabila mengetahui adanya dugaan perbuatan pidana korupsi dapat melaporkan aduannya terhadap KPK,” imbau Ali.

Sebelumnya diberitakan, terpidana persoalan hukum korupsi izin usaha pertambangan (IUP) Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan Mardani H. Maming diduga melakukan plesiran dengan fasiltas mewah. Mardani diduga meninggalkan Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk menuju Surabaya, Jawa Timur meskipun pada waktu ini berstatus terpidana korupsi di area Lapas Sukamiskin, Jawa Barat.

Bahkan, Mardani diduga dijemput mobil Alphard dengan pelat nomor DA 66 RR dengan tangan tidaklah diborgol. Koordinator Humas Ditjen PAS Kementerian Hukum dan juga HAM, Edward Pagar Alam menjelaskan, keberadaan Mardani di area Banjarmasin untuk mengunjungi sidang peninjauan kembali (PK).

“Berdasarkan Berita dari Lapas Klas I Sukamiskin, yang dimaksud bersangkutan secara resmi mengunjungi sidang PK (Peninjauan Kembali) di dalam PN Banjarmasin,” ucap Edward dikonfirmasi, Selasa (20/2/2024).

Edward mengklaim, pada perjalanan untuk hadir di sidang PK itu Mardani mendapat pengawalan dari aparat kepolisian juga petugas Lapas.

“Dengan pengawalan dari petugas Kepolisian serta petugas Lapas,” pungkas Edward.

Namun, Edward tiada menjelaskan kenapa Mardani bisa jadi plesiran ke Surabaya pada hari yang dimaksud sama.

Related Articles

Back to top button