Bisnis

Tiga Tim Paslon: Kelestarian lalu Tata Kelola, Kunci Penting Hilirisasi Indonesia

Kertasleces.co.id – Perwakilan dari tiga regu pasangan calon presiden dan juga calon perwakilan presiden 2024 – 2029 menyatakan bahwa ketiga capres akan melanjutkan kegiatan hilirisasi. Namun, mereka menekankan bahwa kelanjutan pengembangan lebih lanjut harus memenuhi prinsip-prinsip terkait penanganan lingkungan, sosial dan juga tata kelola.

Pernyataan yang disebutkan disampaikan oleh duta regu pakar atau regu pemenangan dari capres – cawapres pada diskusi Katadata Wadah bertajuk “Dilema Hilirisasi Tambang: Dibatasi atau Diperluas?”.

Diskusi ini menghadirkan sebagian pembicara dari tiga kelompok paslon, yakni Dewan Pakar Tim Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Wijayanto Samirin; Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Dradjad Wibowo; Wakil Sekretaris Tim Pemenangan Nasional Ganjar Pranowo- Mahfud MD, Hotasi Nababan.

Selain itu juga menampilkan Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform, Fabby Tumiwa serta Product Manager Katadata Green, Jeany Hartriani yang dimaksud dipandu oleh Rencana Director Coaction Indonesia Verena Puspawardani sebagai moderator.

Wijayanto menyatakan pasangan AMIN setuju untuk memperluas kegiatan hilirisasi, termasuk komoditas di dalam luar nikel. Menurutnya, Anies-Muhaimin berencana menjadikan Indonesia sebagai superpower di area nikel juga minyak sawit.

“Indonesia itu menguasai 60% produksi CPO dan juga hampir 50% produksi nikel di dalam dunia. Artinya, Indonesia harus sanggup menjadi penentu nilai kedua komoditas,” kata beliau ditulis hari terakhir pekan (26/1/2024).

Namun, Wijayanto menekankan di menerapkan praktik pengembangan lebih lanjut lapangan usaha tambang, seperti nikel, akan dibatasi atau harus memenuhi prinsip-prinsip terkait environment, social and governance (ESG).

“Tata kelola bidang nikel juga harus dibetulkan dan juga menjadi standar bagi sektor tambang lainnya. Begitu dilaksanakan dengan standar yang tinggi, otomatis (smelter) akan membatasi diri,“ ucapnya.

Dewan Pakar dari paslon 2, Dradjad Wibowo menekankan bahwa Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka juga akan melanjutkan proses pengolahan lebih lanjut terhadap 21 komoditas lainnya, sebagai salah satu dari 4 strategi dunia usaha paslon. Menurut dia, pengembangan lebih lanjut harus dilaksanakan agar Indonesia bukan kehilangan kesempatan kerja, nilai ekonomi, devisa lalu penerimaan negara.

Namun, Dradjad mengingatkan pada menjalankan kegiatan hilirisasi, kelestarian lingkungan harus dijaga. Dia memperlihatkan sejarah bidang kertas serta bubur kertas, dan juga lapangan usaha kayu lapis yang dimaksud sangat berkait erat dengan kelestarian lingkungan lalu masih menciptakan khasiat sampai sekarang.

“Keberhasilan menjaga kelestarian hutan menghasilkan pengembangan lebih lanjut kita bisa saja berjalan terus. Tapi kegagalan menjaga kelestarian hutan akan menghasilkan proses lanjut kita mandeg,“ katanya.

Adapun Hotasi dari pasukan Paslon 3 turut menyampaikan pasangan Ganjar-Mahfud juga akan melanjutkan pengembangan lebih lanjut nikel. Hilirisasi yang digarap penting menjadi salah satu kunci mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen.

Dia mengungkapkan kelompok kampanye membantu kebijakan pemerintah untuk membatasi total izin smelter seperti akan diterapkan oleh Kementerian Energi dan juga Narasumber Daya Mineral (ESDM).

Hotasi juga mengungkapkan sektor hilir seperti pembuatan prekursos untuk akumulator harus digarap secara serius.

“Kami dari Ganjar-Mahfud menyatakan seluruh rekomendasi dari Katadata bersatu sembilan Civil Society Organization (CSO) lalu lembaga think tank sangat cocok 100 persen dengan yang kami inginkan,“ katanya.

Dalam diskusi tersebut, Jeany dari Katadata Green memaparkan tiga rekomendasi umum terkait kegiatan proses lanjut tambang dari hasil rangkaian diskusi dengan sembilan CSO serta lembaga riset.

Di bidang tata kelola, beliau menguraikan permintaan adanya peta jalan (roadmap) yang dimaksud detail lalu target terukur, penerapan prinsip ESG untuk menghurangi dampak negatif hilirisasi, juga kepastian pengiriman teknologi kemudian pengetahuan.

Di bidang kebijakan investasi, butuh pengkajian ulang insentif seperti tax holiday lalu diskon royalti untuk mengurangi over-investasi smelter, dan juga fokus pada kebijakan pelarangan ekspor barang mentah.

Terakhir, di dalam bidang pemilihan fokus hilirisasi, rekomendasinya mencakup pembuatan skala prioritas proses lanjut berdasarkan kesiapan lapangan usaha dan juga komoditas, juga pengembangan sektor daur ulang limbah baterai.

Rekomendasi yang disebutkan ditujukan untuk menghadapi beberapa tantangan dari proses proses pengolahan lebih lanjut pertambangan pada waktu ini. Pertama, adanya risiko deforestasi, konflik sosial, dan juga kehancuran lingkungan. Kedua, implementasi pengelolaan limbah ramah lingkungan kemudian menjamin kondisi tubuh masyarakat. Ketiga, keterlibatan komunitas juga warga lokal. Keempat, Ketersediaan tenaga kerja lokal yang digunakan terampil. Terakhir, tindakan korupsi serta kemunculan mafia tambang.

Sementara itu, Fabby Tumiwa menyampaikan tiga hal penting yang digunakan harus menjadi wacana masyarakat terkait pemanfaatan SDA. Pertama, penegakan hukum terhadap pembalakan, penambangan, juga penangkapan ikan ilegal. Kedua, optimalisasi pemanfaatan SDA yang mana telah ada agar bisa saja dikembangkan menjadi barang jadi, tidak ada hanya sekali substansi baku. Ketiga, adanya perencanaan tentang perekonomian wilayah pasca-tambang.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button