Bisnis

Waspada! Daftar Modus Penipuan Online Jelang Ramadan

Kertasleces.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan warga untuk waspada adanya penyalahgunaan online jelang ramadan. Banyak modus pembohongan baru yang beredar dalam masyarakat, di tempat manabisa menguras isi tabungan penduduk secara tiba-tiba.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, juga Perlindungan Pelanggan OJK Friderica Widyasari Dewi, terdapat tiga modus yang dimaksud marak terjadi jelang ramadan ini. Pertama, modus penyalahgunaan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Dia menjelaskan, lewat modus ini, penipu akan mengirimkan dana ke tabungan publik secara tiba-tiba. Padahal, penduduk tak merasa mengajukan pinjol tersebut.

“Tiba-tiba (uang) masuk ke rekening, korban akan dipaksa mengatasi dana disertai bunga yang digunakan cukup tinggi,” ujar Friderica di konferensi pers virtual yang dimaksud dikutip, Selasa (5/4/2024).

Wanita yang tersebut akrab disapa Kiki ini melanjutkan, setidaknya pengaduan pinjol ilegal ini tembus 1.400 kasus. Namun, jumlah keseluruhan aduan ini diyakininya akan terus bertambah, seiring praktik modus ini masih terus terjadi.

Kemudian, modus kedua, Kiki mengatakan adanya penawaran paket wisata atau pun umrah dengan tarif lalu diskon yang tersebut tak wajar. Dia mengingatkan agar publik bukan termakan biaya yang mana ekonomis untuk perjalanan umrah, perlu diperhatikan kewajaran biaya perjalanan umrah dengan membandingkan harga jual travel-travel lainya.

Lalu, modus terakhir, terdapat penyalahgunaan kiriman bingkisan atau parsel yang dikirimkan melalui aplikasi mobile instruksi singkat seperti WhatsApp.

Kiki memohonkan agar penduduk tiada coba-coba meng-klik serta meninjau kiriman informasi parsel tersebut, sebab sanggup belaka itu sebagai pemancing untuk menyadap informasi data diri.

“Tujuan utamanya untuk mencuri data kita, informasi penting, seperti username, password m-banking, informasi kartu kredit, password email, kemudian lain-lain. Hati-hati deh jangan sembarang mengunduh perangkat lunak kemudian sembarang membuka kalau kita tidak ada yakin,” ucap dia.

Blokir 233 Pinjol Ilegal

Kiki menambahkan, sejak 1 Januari sampai Februari 2024 ini OJK telah lama memblokir 233 pinjol ilegal. Adapun, total pinjol ilegal yang tersebut sudah pernah diblokir sepanjang 1 Januari 2023 hingga 13 Februari 2024 mencapai 2.481 pinjol.

“Sejak 1 Januari 2023 sampai dengan 13 Februari 2024, Satgas PASTI sudah menghentikan 3.031 entitas keuangan ilegal yang diantaranya terdiri dari 40 pembangunan ekonomi ilegal, serta 2.481 pinjaman online ilegal,” uimbuh doa.

Selain itu, Kiki menyebut, jumlah keseluruhan pengaduan pinjol ilegal sebanyak 3.121 pengaduan sampai dengan 26 Februari 2024.

Related Articles

Back to top button